27.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

RS Indonesia di Gaza Dihujani Tembakan Israel

PROKALTENG.CO-Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Senin (20/11) bahwa tentara Israel telah menargetkan lantai operasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada peralatan medis.

Dilansir dari Anadolu, Direktur rumah sakit di Gaza, Munir al-Bursh yang berbicara dari RS Indonesia itu menyebutkan bahwa jenazah masih menumpuk di dalam fasilitas tersebut, yang telah dikepung oleh kendaraan militer Israel selama beberapa hari.

Munir al-Bursh juga menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut merupakan satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi di Kota Gaza dan wilayah Gaza utara.

Hal tersebut karena semua rumah sakit lain di Kota Gaza tidak beroperasi, termasuk Rumah Sakit Al-Shifa yang saat ini masih berada di bawah kendali militer Israel.

Baca Juga :  Warbiasyaaa..! Pria Ini Tinggal Bersama 4 Istri dan 16 Wanita Simpanan

“650 orang yang terluka berada di Rumah Sakit (Indonesia), sementara kapasitasnya hanya 140 tempat tidur,” kata al-Bursh.

Al- Brush juga mengungkapkan bahwa drone-drone milik militer Israel menembaki warga Palestina yang mencoba melarikan diri dari rumah sakit.

Pada hari Senin (20/11), Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengungkapkan 12 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara Israel di RS Indonesia.

Kementerian Kesehatan Palestina menuduh tentara Israel berusaha mengubah rumah sakit tersebut menjadi “kuburan massal.”

Kelompok Hamas menguasai Gaza sejak tahun 2007 dan memerangi Israel di Gaza, mengatakan bahwa pihak berwenang Israel berusaha untuk menghancurkan sektor kesehatan Palestina di Gaza sebagai bagian dari rencananya untuk mengusir secara paksa rakyat Palestina dari Gaza.

Baca Juga :  Covid-19 Seolah Musnah di Las Vegas, Antre ke Kasino Tanpa Masker

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

Setidaknya 13.000 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 9.000 wanita dan anak-anak, dan lebih dari 30.000 lainnya terluka sejak saat itu, menurut data terakhir. (jpg/fajar/hnd)

PROKALTENG.CO-Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Senin (20/11) bahwa tentara Israel telah menargetkan lantai operasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada peralatan medis.

Dilansir dari Anadolu, Direktur rumah sakit di Gaza, Munir al-Bursh yang berbicara dari RS Indonesia itu menyebutkan bahwa jenazah masih menumpuk di dalam fasilitas tersebut, yang telah dikepung oleh kendaraan militer Israel selama beberapa hari.

Munir al-Bursh juga menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut merupakan satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi di Kota Gaza dan wilayah Gaza utara.

Hal tersebut karena semua rumah sakit lain di Kota Gaza tidak beroperasi, termasuk Rumah Sakit Al-Shifa yang saat ini masih berada di bawah kendali militer Israel.

Baca Juga :  Warbiasyaaa..! Pria Ini Tinggal Bersama 4 Istri dan 16 Wanita Simpanan

“650 orang yang terluka berada di Rumah Sakit (Indonesia), sementara kapasitasnya hanya 140 tempat tidur,” kata al-Bursh.

Al- Brush juga mengungkapkan bahwa drone-drone milik militer Israel menembaki warga Palestina yang mencoba melarikan diri dari rumah sakit.

Pada hari Senin (20/11), Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengungkapkan 12 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara Israel di RS Indonesia.

Kementerian Kesehatan Palestina menuduh tentara Israel berusaha mengubah rumah sakit tersebut menjadi “kuburan massal.”

Kelompok Hamas menguasai Gaza sejak tahun 2007 dan memerangi Israel di Gaza, mengatakan bahwa pihak berwenang Israel berusaha untuk menghancurkan sektor kesehatan Palestina di Gaza sebagai bagian dari rencananya untuk mengusir secara paksa rakyat Palestina dari Gaza.

Baca Juga :  Covid-19 Seolah Musnah di Las Vegas, Antre ke Kasino Tanpa Masker

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

Setidaknya 13.000 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 9.000 wanita dan anak-anak, dan lebih dari 30.000 lainnya terluka sejak saat itu, menurut data terakhir. (jpg/fajar/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru