PROKALTENG.CO-Kepanikan melanda distrik pedesaan West Singhbhum, India, setelah seekor gajah liar jantan mengamuk selama sembilan hari sejak awal Januari 2026.
Peristiwa tragis ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak, orang tua, dan seorang pawang gajah profesional.
Petugas kehutanan pemerintah, Aditya Narayan, menyatakan pihaknya sedang berusaha melacak dan menyelamatkan gajah tersebut. Ia juga membenarkan jumlah korban tewas mencapai 20 orang.
“Kami sedang berusaha melacak dan menyelamatkan gajah liar ganas ini yang telah membunuh begitu banyak orang,” ujarnya kepada AFP, dikutip Rabu (14/1).
Setelah menimbulkan kerusakan, gajah tersebut belum terlihat sejak Jumat (9/1), meskipun patroli intensif telah dilakukan.
Para pejabat mengatakan tim pencari, dibantu oleh drone, kini menyisir hutan lebat termasuk kawasan cagar alam nasional di negara bagian Odisha.
Ketakutan akibat serangan gajah membuat penduduk lebih dari 20 desa meninggalkan ladang mereka. Sebagian warga memilih berdiam diri di rumah pada malam hari.
“Tim polisi, atau kendaraan petugas kehutanan, mengunjungi desa-desa pada malam hari untuk memberikan bantuan penting kepada penduduk,” ujar Kepala desa terpilih, Pratap Chachar.
Serangan gajah liar di Jharkhand menjadi tragedi besar yang menewaskan 20 orang dan memaksa ribuan warga desa hidup dalam ketakutan.
Pemerintah India kini mengerahkan tim pencari dengan bantuan drone untuk melacak keberadaan gajah tersebut, sementara warga berharap situasi segera terkendali. (dtk/nur/jpg)


