28.7 C
Jakarta
Friday, March 13, 2026

Tegas! Selat Hormuz Tetap Ditutup, Iran Bersumpah Balas Serangan AS–Israel

PROKALTENG.CO-Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di tengah situasi tersebut, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan perintah tegas agar jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz tetap ditutup.

Perintah tersebut disampaikan langsung kepada jajaran militer Iran untuk mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.

Dilansir dari AFP, pernyataan itu disampaikan Mojtaba Khamenei setelah beberapa hari tidak muncul di publik karena dilaporkan mengalami luka akibat serangan udara.

“Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan,” tegas Mojtaba Khamenei.

Seruan Balas Dendam

Selain memerintahkan penutupan Selat Hormuz, Mojtaba Khamenei juga menyerukan balas dendam atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  PBB: 35 Anak Gaza Tewas Setiap Harinya Karena Serangan Israel

Serangan tersebut disebut menewaskan pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei, dalam gelombang awal serangan militer yang memicu konflik terbuka antara Iran dengan kedua negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas serangan tersebut.

“Saya bersumpah untuk membalas darah anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya dengan nada tegas.

Garda Revolusi Siap Menyerang

Perintah tersebut langsung direspons oleh militer Iran, khususnya Korps Garda Revolusi Islam.

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, memastikan pihaknya siap memberikan pukulan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.

Ia juga menegaskan bahwa strategi penutupan Selat Hormuz akan tetap dipertahankan.

“Sebagai tanggapan atas perintah panglima tertinggi, kami akan memberikan pukulan terkeras kepada musuh agresor sambil mempertahankan strategi penutupan Selat Hormuz,” katanya.

Baca Juga :  Penghuni Rumah Ini Gunduli Separo Pohon Tetangga

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global. Sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga penutupannya berpotensi mengguncang pasar energi internasional dan memicu lonjakan harga minyak dunia. (fjr)

 

 

PROKALTENG.CO-Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di tengah situasi tersebut, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan perintah tegas agar jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz tetap ditutup.

Perintah tersebut disampaikan langsung kepada jajaran militer Iran untuk mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.

Electronic money exchangers listing

Dilansir dari AFP, pernyataan itu disampaikan Mojtaba Khamenei setelah beberapa hari tidak muncul di publik karena dilaporkan mengalami luka akibat serangan udara.

“Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan,” tegas Mojtaba Khamenei.

Seruan Balas Dendam

Selain memerintahkan penutupan Selat Hormuz, Mojtaba Khamenei juga menyerukan balas dendam atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga :  PBB: 35 Anak Gaza Tewas Setiap Harinya Karena Serangan Israel

Serangan tersebut disebut menewaskan pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei, dalam gelombang awal serangan militer yang memicu konflik terbuka antara Iran dengan kedua negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas serangan tersebut.

“Saya bersumpah untuk membalas darah anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya dengan nada tegas.

Garda Revolusi Siap Menyerang

Perintah tersebut langsung direspons oleh militer Iran, khususnya Korps Garda Revolusi Islam.

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, memastikan pihaknya siap memberikan pukulan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.

Ia juga menegaskan bahwa strategi penutupan Selat Hormuz akan tetap dipertahankan.

“Sebagai tanggapan atas perintah panglima tertinggi, kami akan memberikan pukulan terkeras kepada musuh agresor sambil mempertahankan strategi penutupan Selat Hormuz,” katanya.

Baca Juga :  Penghuni Rumah Ini Gunduli Separo Pohon Tetangga

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global. Sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga penutupannya berpotensi mengguncang pasar energi internasional dan memicu lonjakan harga minyak dunia. (fjr)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/