PROKALTENG.CO-Pemerintah Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menuduh serangan terhadap sebuah sekolah di wilayah selatan Iran dilancarkan dari pangkalan militer Amerika Serikat, Al Dhafra Air Base, yang berada di Uni Emirat Arab.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat dan dikutip kantor berita Fars News Agency, IRGC menyatakan bahwa pangkalan tersebut menjadi titik peluncuran serangan yang menghantam Sekolah Shajare Tayebe.
“Targetnya adalah pangkalan udara Al-Dhafra di UEA milik teroris Amerika di kawasan tersebut. Serangan kriminal terhadap Sekolah Shajare Tayebe, yang menyebabkan kematian 165 siswi, dilakukan dari pangkalan ini,” demikian bunyi pernyataan IRGC.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 165 siswi dan memicu kemarahan besar di Iran.
Pihak IRGC menegaskan bahwa mereka telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan militer Iran berhasil melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Al-Dhafra yang digunakan oleh militer Amerika Serikat di wilayah Teluk.
Pangkalan Al-Dhafra merupakan salah satu instalasi militer penting Amerika Serikat di Timur Tengah dan selama ini digunakan untuk operasi udara serta pengawasan di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Uni Emirat Arab terkait tuduhan yang disampaikan Iran tersebut.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah insiden ini. Para pengamat menilai situasi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.(rak/jpg)
PROKALTENG.CO-Pemerintah Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menuduh serangan terhadap sebuah sekolah di wilayah selatan Iran dilancarkan dari pangkalan militer Amerika Serikat, Al Dhafra Air Base, yang berada di Uni Emirat Arab.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat dan dikutip kantor berita Fars News Agency, IRGC menyatakan bahwa pangkalan tersebut menjadi titik peluncuran serangan yang menghantam Sekolah Shajare Tayebe.
“Targetnya adalah pangkalan udara Al-Dhafra di UEA milik teroris Amerika di kawasan tersebut. Serangan kriminal terhadap Sekolah Shajare Tayebe, yang menyebabkan kematian 165 siswi, dilakukan dari pangkalan ini,” demikian bunyi pernyataan IRGC.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 165 siswi dan memicu kemarahan besar di Iran.
Pihak IRGC menegaskan bahwa mereka telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan militer Iran berhasil melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Al-Dhafra yang digunakan oleh militer Amerika Serikat di wilayah Teluk.
Pangkalan Al-Dhafra merupakan salah satu instalasi militer penting Amerika Serikat di Timur Tengah dan selama ini digunakan untuk operasi udara serta pengawasan di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Uni Emirat Arab terkait tuduhan yang disampaikan Iran tersebut.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah insiden ini. Para pengamat menilai situasi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.(rak/jpg)