28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Badai dan Banjir Lumpuhkan Bandara International di Dubai, 18 Orang Tewas

PROKALTENG.CO– Badai dan banjir bandang terberat membanjiri jalan-jalan dan bandara internasional Dubai, baru-baru ini. Diketahui, badai, hujan, dan petir hebat melanda Dubai, Uni Emirat Arab pada Selasa (16/04).

Fenomena ini merupakan hujan terberat yang pernah tercatat di negara Dubai dan membanjiri sebagian besar jalan raya utama dan bandara internasional Dubai.

Melansir dari apnews.com, kantor berita WAM yang dikelola pemerintah menyebut hujan tersebut sebagai peristiwa cuaca bersejarah karena curah hujan mencapai 254 mm (10 inci).

Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak sejak pencatatan dimulai pada tahun 1949, sebelum negara tersebut didirikan pada tahun 1971.

Hujan mulai turun pada Senin malam, membasahi jalan raya dan tiap sudut Dubai dengan curah hujan sekitar 20 milimeter (0,79 inci).

Menurut data meteorologi yang dikumpulkan di Bandara Internasional Dubai. Badai meningkat pada hari Selasa sekitar pukul 9 pagi waktu setempat dan berlanjut sepanjang hari, menyebabkan lebih banyak curah hujan dan membuat kota kewalahan.

Pada akhir Selasa, curah hujan lebih dari 250 mm telah membasahi Dubai selama 24 jam.

Baca Juga :  AS Godok UU Pembatasan Pelajar Asal China

Rata-rata curah hujan mencapai 94,7 milimeter (3,73 inci) dalam setahun di Bandara Internasional Dubai, bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional dan hub bagi maskapai penerbangan jarak jauh Emirates.

Di bandara, genangan air mengalir di jalur taksi saat pesawat mendarat. Bandara tersebut akhirnya menghentikan kedatangan pada Selasa malam dan para penumpang kesulitan mencapai terminal melewati air banjir yang menutupi jalan-jalan di sekitarnya.

Meskipun hujan lebat telah mereda pada Selasa malam, gangguan terus berlanjut pada hari Rabu (17/04) yang menyebabkan maskapai penerbangan andalan Dubai, Emirates, menunda check-in bagi penumpang yang berangkat dari bandara Dubai hingga tengah malam.

“Penerbangan terus ditunda dan dialihkan… Kami bekerja keras untuk memulihkan operasi secepat mungkin dalam kondisi yang sangat menantang,” kata juru bicara bandara mengutip dari aljazeera.com.

Staf dan penumpang kesulitan untuk tiba dan meninggalkan bandara, dengan akses jalan terendam banjir dan beberapa layanan metro terhenti.

Baca Juga :  Desa Telaga Pulang di Kalteng Terendam Banjir, 16 KK Terpaksa Diungsikan

Badai di UEA Memakan Korban Jiwa

Media lokal melaporkan bahwa seorang pria lanjut usia asal Emirat berusia 70-an tahun meninggal pada Selasa pagi ketika kendaraannya terjebak dalam banjir bandang di emirat Ras Al Khaimah, di utara negara itu.

Di negara tetangga Oman, 18 orang tewas, termasuk anak-anak sekolah setelah tiga hari berturut-turut diguyur hujan lebat.

Times of Oman melaporkan bahwa hujan diperkirakan akan turun lebih banyak pada hari Rabu. Di Dubai, langit cerah tetapi di beberapa daerah jalanan sepi setelah pemerintah memerintahkan pegawainya dan semua sekolah untuk bekerja dari jarak jauh selama dua hari berturut-turut.

Ahli iklim Friederike Otto, seorang spesialis dalam menilai peran perubahan iklim terhadap peristiwa cuaca ekstrem, mengatakan jika sangat mungkin bahwa pemanasan global lah yang telah memperburuk badai. (jpg)

PROKALTENG.CO– Badai dan banjir bandang terberat membanjiri jalan-jalan dan bandara internasional Dubai, baru-baru ini. Diketahui, badai, hujan, dan petir hebat melanda Dubai, Uni Emirat Arab pada Selasa (16/04).

Fenomena ini merupakan hujan terberat yang pernah tercatat di negara Dubai dan membanjiri sebagian besar jalan raya utama dan bandara internasional Dubai.

Melansir dari apnews.com, kantor berita WAM yang dikelola pemerintah menyebut hujan tersebut sebagai peristiwa cuaca bersejarah karena curah hujan mencapai 254 mm (10 inci).

Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak sejak pencatatan dimulai pada tahun 1949, sebelum negara tersebut didirikan pada tahun 1971.

Hujan mulai turun pada Senin malam, membasahi jalan raya dan tiap sudut Dubai dengan curah hujan sekitar 20 milimeter (0,79 inci).

Menurut data meteorologi yang dikumpulkan di Bandara Internasional Dubai. Badai meningkat pada hari Selasa sekitar pukul 9 pagi waktu setempat dan berlanjut sepanjang hari, menyebabkan lebih banyak curah hujan dan membuat kota kewalahan.

Pada akhir Selasa, curah hujan lebih dari 250 mm telah membasahi Dubai selama 24 jam.

Baca Juga :  AS Godok UU Pembatasan Pelajar Asal China

Rata-rata curah hujan mencapai 94,7 milimeter (3,73 inci) dalam setahun di Bandara Internasional Dubai, bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional dan hub bagi maskapai penerbangan jarak jauh Emirates.

Di bandara, genangan air mengalir di jalur taksi saat pesawat mendarat. Bandara tersebut akhirnya menghentikan kedatangan pada Selasa malam dan para penumpang kesulitan mencapai terminal melewati air banjir yang menutupi jalan-jalan di sekitarnya.

Meskipun hujan lebat telah mereda pada Selasa malam, gangguan terus berlanjut pada hari Rabu (17/04) yang menyebabkan maskapai penerbangan andalan Dubai, Emirates, menunda check-in bagi penumpang yang berangkat dari bandara Dubai hingga tengah malam.

“Penerbangan terus ditunda dan dialihkan… Kami bekerja keras untuk memulihkan operasi secepat mungkin dalam kondisi yang sangat menantang,” kata juru bicara bandara mengutip dari aljazeera.com.

Staf dan penumpang kesulitan untuk tiba dan meninggalkan bandara, dengan akses jalan terendam banjir dan beberapa layanan metro terhenti.

Baca Juga :  Desa Telaga Pulang di Kalteng Terendam Banjir, 16 KK Terpaksa Diungsikan

Badai di UEA Memakan Korban Jiwa

Media lokal melaporkan bahwa seorang pria lanjut usia asal Emirat berusia 70-an tahun meninggal pada Selasa pagi ketika kendaraannya terjebak dalam banjir bandang di emirat Ras Al Khaimah, di utara negara itu.

Di negara tetangga Oman, 18 orang tewas, termasuk anak-anak sekolah setelah tiga hari berturut-turut diguyur hujan lebat.

Times of Oman melaporkan bahwa hujan diperkirakan akan turun lebih banyak pada hari Rabu. Di Dubai, langit cerah tetapi di beberapa daerah jalanan sepi setelah pemerintah memerintahkan pegawainya dan semua sekolah untuk bekerja dari jarak jauh selama dua hari berturut-turut.

Ahli iklim Friederike Otto, seorang spesialis dalam menilai peran perubahan iklim terhadap peristiwa cuaca ekstrem, mengatakan jika sangat mungkin bahwa pemanasan global lah yang telah memperburuk badai. (jpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru