alexametrics
24.6 C
Palangkaraya
Tuesday, August 16, 2022

Muncul 185 Kasus Virus Korona dalam Sehari, Belgia Putuskan Lockdown

Belgia menyatakan mengunci
negaranya atau 
lokcdown mulai Rabu (18/3) hingga 5 April untuk
membatasi pergerakan orang. Tujuannya untuk membendung penularan kasus virus
Korona jenis baru.

Perjalanan warga Belgia
akan terbatas hanya boleh belanja ke supermarket, apotek, dan bank atau untuk
kasus-kasus darurat. Perdana Menteri Sophie Wilmes mengatakan, situasi sudah
memaksa Belgia mengambil kebijakan lockdown.

“Situasi telah berubah dan
memaksa kami untuk mengambil tindakan keras untuk membendung penyebaran virus,”
kata Wilmes seperti dilansir dari StraitsTimes, Rabu (18/3).

Belgia melaporkan ada 185
kasus infeksi baru pada hari Selasa (17/3). Sehingga total menjadi 1.243 kasus.
Sepuluh orang tewas.

Acara berkumpul akan
dilarang. Akan tetapi berjalan atau bersepeda ke luar rumah tak apa-apa, akan
diizinkan asalkan ada jarak 1,5 meter antara orang-orang.

Baca Juga :  Jelang Peluncuran Pesawat KFX-IFX, Prabowo Temui Presiden Korsel

Orang masih dapat pergi ke
supermarket, dokter, apotek, bank atau kantor pos, atau ke pom bensin.
Supermarket harus membatasi jumlah orang di toko pada satu waktu.

Semua perusahaan harus
meminta karyawan bekerja jaga jarak. Pemerintahan Wilmes sudah menutup sekolah,
kafe, restoran, pusat kebugaran, bioskop, dan tempat-tempat lain di mana orang
berkumpul sejak pekan lalu.

Banyak bisnis sejak itu
juga tutup, terutama toko-toko non-makanan. Brussels Airlines akan menangguhkan
penerbangan mulai Sabtu depan. Polisi akan memastikan penegakkan aturan.
Perusahaan yang tidak patuh akan menghadapi denda berat dan akan dikenakan
sanksi.(jpc)

 

Belgia menyatakan mengunci
negaranya atau 
lokcdown mulai Rabu (18/3) hingga 5 April untuk
membatasi pergerakan orang. Tujuannya untuk membendung penularan kasus virus
Korona jenis baru.

Perjalanan warga Belgia
akan terbatas hanya boleh belanja ke supermarket, apotek, dan bank atau untuk
kasus-kasus darurat. Perdana Menteri Sophie Wilmes mengatakan, situasi sudah
memaksa Belgia mengambil kebijakan lockdown.

“Situasi telah berubah dan
memaksa kami untuk mengambil tindakan keras untuk membendung penyebaran virus,”
kata Wilmes seperti dilansir dari StraitsTimes, Rabu (18/3).

Belgia melaporkan ada 185
kasus infeksi baru pada hari Selasa (17/3). Sehingga total menjadi 1.243 kasus.
Sepuluh orang tewas.

Acara berkumpul akan
dilarang. Akan tetapi berjalan atau bersepeda ke luar rumah tak apa-apa, akan
diizinkan asalkan ada jarak 1,5 meter antara orang-orang.

Baca Juga :  Meksiko yang Mencoba Berkelit dari Sanksi Tarif Impor AS

Orang masih dapat pergi ke
supermarket, dokter, apotek, bank atau kantor pos, atau ke pom bensin.
Supermarket harus membatasi jumlah orang di toko pada satu waktu.

Semua perusahaan harus
meminta karyawan bekerja jaga jarak. Pemerintahan Wilmes sudah menutup sekolah,
kafe, restoran, pusat kebugaran, bioskop, dan tempat-tempat lain di mana orang
berkumpul sejak pekan lalu.

Banyak bisnis sejak itu
juga tutup, terutama toko-toko non-makanan. Brussels Airlines akan menangguhkan
penerbangan mulai Sabtu depan. Polisi akan memastikan penegakkan aturan.
Perusahaan yang tidak patuh akan menghadapi denda berat dan akan dikenakan
sanksi.(jpc)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/