33.8 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

Militer Turki Serang Kurdi di Suriah

AGRESI militer Turki di utara Suriah membuat Iran terusik. Teheran pun meminta Presiden Turki
Recep Tayyip Erdogan agar segera menarik pasukan dari wilayah Suriah.

Dalam pernyataan yang dimuat di
laman resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kekhawatiran atas
situasi kemanusiaan serta bahaya yang ditimbulkan serangan Turki terhadap para
warga sipil di wilayah tersebut.

“Kementerian Luar Negeri
Republik Islam Iran menekankan agar serangan segera dihentikan dan militer
Turki keluar dari wilayah Suriah,” demikian bunyi pernyataan itu, Kamis
(10/10).

Seperti diberitakan, Turki telah
mengerahkan armada darat dan udaranya ke wilayah utara Suriah. Pertempuran pun
telah pecah di sejumlah titik antara pasukan Turki dengan milisi Kurdi, YPG,
yang selama ini menguasai wilayah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Ungkap 28 Kg Sabu Jaringan Amerika, Dua WNA Asal Tiongkok Diama

Ankara beralasan mengerahkan
militer demi menciptakan zona aman untuk menampung pengungsi konflik Suriah.
Namun, banyak pihak meyakini Turki hanya ingin menghabisi kelompok Kurdi di
wilayah tersebut.

Turki melancarkan serangan militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah,
Rabu (9/10). Serangan tersebut dilancarkan hanya beberapa hari setelah Amerika
Serikat menarik pasukannya dari wilayah itu.

Presiden Turki Tayyip Erdogan
mengatakan, operasi tersebut bertujuan memusnahkan jalur teror di perbatasan
selatan Turki. Namun, negara-negara Eropa meminta Ankara untuk menghentikan
operasi tersebut.

Presiden Mesir Abdel Fattah
al-Sisi telah membahas serangan Turki itu dengan mitranya dari Irak, Barham
Salih melalui sambungan telepon. kata juru bicara kepresidenan Mesir Bassam
Rady, seperti dilaporkan surat kabar kelolaan negara, Akhbar Elyom.

Baca Juga :  Trump Klaim Pemimpin ISIS Baghdadi Tewas dalam Serangan Militer AS

Sementara itu, Liga Arab bakal menggelar sidang darurat akhir pekan ini
membahas agresi militer Turki ke Suriah. Sidang ini digelar atas permintaan
Mesir yang mengecam aksi Turki tersebut.

Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu
(9/10), mengutuk keras agresi Turki di wilayah Suriah.

“Tindakan Turki merupakan serangan terang-terangan dan tidak bisa
diterima terhadap kedaulatan negara Arab yang memiliki rasa persaudaraan,”
tulis pihak Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan tersebut.
(jpnn/kpc)

AGRESI militer Turki di utara Suriah membuat Iran terusik. Teheran pun meminta Presiden Turki
Recep Tayyip Erdogan agar segera menarik pasukan dari wilayah Suriah.

Dalam pernyataan yang dimuat di
laman resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kekhawatiran atas
situasi kemanusiaan serta bahaya yang ditimbulkan serangan Turki terhadap para
warga sipil di wilayah tersebut.

“Kementerian Luar Negeri
Republik Islam Iran menekankan agar serangan segera dihentikan dan militer
Turki keluar dari wilayah Suriah,” demikian bunyi pernyataan itu, Kamis
(10/10).

Seperti diberitakan, Turki telah
mengerahkan armada darat dan udaranya ke wilayah utara Suriah. Pertempuran pun
telah pecah di sejumlah titik antara pasukan Turki dengan milisi Kurdi, YPG,
yang selama ini menguasai wilayah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Ungkap 28 Kg Sabu Jaringan Amerika, Dua WNA Asal Tiongkok Diama

Ankara beralasan mengerahkan
militer demi menciptakan zona aman untuk menampung pengungsi konflik Suriah.
Namun, banyak pihak meyakini Turki hanya ingin menghabisi kelompok Kurdi di
wilayah tersebut.

Turki melancarkan serangan militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah,
Rabu (9/10). Serangan tersebut dilancarkan hanya beberapa hari setelah Amerika
Serikat menarik pasukannya dari wilayah itu.

Presiden Turki Tayyip Erdogan
mengatakan, operasi tersebut bertujuan memusnahkan jalur teror di perbatasan
selatan Turki. Namun, negara-negara Eropa meminta Ankara untuk menghentikan
operasi tersebut.

Presiden Mesir Abdel Fattah
al-Sisi telah membahas serangan Turki itu dengan mitranya dari Irak, Barham
Salih melalui sambungan telepon. kata juru bicara kepresidenan Mesir Bassam
Rady, seperti dilaporkan surat kabar kelolaan negara, Akhbar Elyom.

Baca Juga :  Trump Klaim Pemimpin ISIS Baghdadi Tewas dalam Serangan Militer AS

Sementara itu, Liga Arab bakal menggelar sidang darurat akhir pekan ini
membahas agresi militer Turki ke Suriah. Sidang ini digelar atas permintaan
Mesir yang mengecam aksi Turki tersebut.

Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu
(9/10), mengutuk keras agresi Turki di wilayah Suriah.

“Tindakan Turki merupakan serangan terang-terangan dan tidak bisa
diterima terhadap kedaulatan negara Arab yang memiliki rasa persaudaraan,”
tulis pihak Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan tersebut.
(jpnn/kpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru