28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Air Kering, Penghasilan Kapal Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Turun Dr

PALANGKA RAYA – Kemarau panjang yang sudah terjadi
selama beberapa bulan terakhir, tidak hanya mengakibatkan kebakaran hutan dan
lahan. Tetapi juga turunnya debit air Sungai Sabangau.

Kondisi itu juga berdampak siginifikan bagi masyarakat setempat, terutama
para pelaku wisata seperti perahu wisata.

“Selama kemarau ini, pengunjung sepi dan jumlahnya turun drastis,” kata Rudi,
salah seorang pemilik perahu wisata di salah satu destinasi favorit warga
Palangka Raya itu, Senin (8/9/2019).

Turunnya jumlah pengunjung itu, lanjut Rudi, sangat berdampak pada
penghasilan mereka. “Kalau dulu dalam sehari bisa dapat Rp250 ribuan per hari. Sekarang
paling-paling hanya Rp100 ribuan,” ujarnya.

Selain turunnya penghasilan, imbuh Rudi, saat air surut seperti sekarang,
kondisi di sekitar dermaga juga semakin terlihat memprihatinkan.

Baca Juga :  SEAM Group Sponsor Tunggal Pemecahan Rekor MURI Pagelaran Rebana Terba

“Sampah-sampah menjadi terlihat. Ranting-ranting berserakan dimana-mana. Sehingga
kawasan wisata ini jadi terlihat tidak menarik dan kumuh,” keluhnya. (ati/nto)

PALANGKA RAYA – Kemarau panjang yang sudah terjadi
selama beberapa bulan terakhir, tidak hanya mengakibatkan kebakaran hutan dan
lahan. Tetapi juga turunnya debit air Sungai Sabangau.

Kondisi itu juga berdampak siginifikan bagi masyarakat setempat, terutama
para pelaku wisata seperti perahu wisata.

“Selama kemarau ini, pengunjung sepi dan jumlahnya turun drastis,” kata Rudi,
salah seorang pemilik perahu wisata di salah satu destinasi favorit warga
Palangka Raya itu, Senin (8/9/2019).

Turunnya jumlah pengunjung itu, lanjut Rudi, sangat berdampak pada
penghasilan mereka. “Kalau dulu dalam sehari bisa dapat Rp250 ribuan per hari. Sekarang
paling-paling hanya Rp100 ribuan,” ujarnya.

Selain turunnya penghasilan, imbuh Rudi, saat air surut seperti sekarang,
kondisi di sekitar dermaga juga semakin terlihat memprihatinkan.

Baca Juga :  SEAM Group Sponsor Tunggal Pemecahan Rekor MURI Pagelaran Rebana Terba

“Sampah-sampah menjadi terlihat. Ranting-ranting berserakan dimana-mana. Sehingga
kawasan wisata ini jadi terlihat tidak menarik dan kumuh,” keluhnya. (ati/nto)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru