33.4 C
Jakarta
Friday, June 21, 2024
spot_img

Kunci Utama Sebuah Berita, Sudut Pandang Publik dan Konsistensi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Literasi media dan akademi Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) digelar di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (1/12/2022). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agus Siswadi, mengatakan, bahwa penyajian informasi yang diolah menjadi sajian berita yang bermanfaat bagi publik.

Misalnya berita Pemerintahan masih memiliki kelemahan yaitu bersifat seremonial/nilai berita rendah; isinya tidak bermanfaat buat pembaca/masyarakat; hanya bermanfaat untuk brand/institusi; dan berisikan citra positif pimpinan.

”Untuk mengukur menarik atau tidaknya sebuah berita bisa dibagi menjadi empat bagian: penting dan menarik; penting tapi tidak menarik; tidak penting tapi menarik; dan tidak penting dan tidak menarik, ” katanya.

Baca Juga :  Yuas Elko Lepas Tim Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Susur Sungai

Ia juga menambahkan, kunci utama sebuah berita adalah bagaimana mengangkat satu peristiwa dari sudut pandang/angle, namun dengan syarat sudut pandang berita tersebut adalah sudut pandang publik dan konsistensi (setelah judul langsung pada substansi).

”Fungsi berita adalah mempengaruhi pembaca, bukan sekedar dokumentasi. Mulailah dari sudut pandang publik, bukan dari sudut pandang institusi atau pejabat, ” pungkasnya. (rin/mmckalteng)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Literasi media dan akademi Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) digelar di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (1/12/2022). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agus Siswadi, mengatakan, bahwa penyajian informasi yang diolah menjadi sajian berita yang bermanfaat bagi publik.

Misalnya berita Pemerintahan masih memiliki kelemahan yaitu bersifat seremonial/nilai berita rendah; isinya tidak bermanfaat buat pembaca/masyarakat; hanya bermanfaat untuk brand/institusi; dan berisikan citra positif pimpinan.

”Untuk mengukur menarik atau tidaknya sebuah berita bisa dibagi menjadi empat bagian: penting dan menarik; penting tapi tidak menarik; tidak penting tapi menarik; dan tidak penting dan tidak menarik, ” katanya.

Baca Juga :  Yuas Elko Lepas Tim Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Susur Sungai

Ia juga menambahkan, kunci utama sebuah berita adalah bagaimana mengangkat satu peristiwa dari sudut pandang/angle, namun dengan syarat sudut pandang berita tersebut adalah sudut pandang publik dan konsistensi (setelah judul langsung pada substansi).

”Fungsi berita adalah mempengaruhi pembaca, bukan sekedar dokumentasi. Mulailah dari sudut pandang publik, bukan dari sudut pandang institusi atau pejabat, ” pungkasnya. (rin/mmckalteng)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru