25.6 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Siswa Peraih Nilai Tertinggi UN SD Tak Hanya di Pusat Kota

NILAI UN
atau disebut Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Tahun 2019 resmi
diumumkan Rabu (12/6). Di Kabupaten Banyuwnagi, hasilnya cukup mengejutkan.
Siswa yang meraih nilai tertinggi tidak hanya didominasi pelajar yang mengenyam
pendidikan di pusat kota. Tahun ini, sejumlah SDN pinggiran mendominasi nilai
tertinggi USBN.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos
Radar Banyuwangi, peringkat pertama nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi
diraih oleh Narendra Daniswara Pratama Hariyadi. Siswa asal SDN 4 Penganjuran,
ini meraih total nilai sebesar 294,0 dari tiga mata ujian.

Rinciannya, dia memperoleh nilai Bahasa Indonesia sebesar
94,0, Matematika 100,0 dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 100,0.

Peringkat kedua ditempati oleh empat siswa SDN 2
Bagorejo, Kecamatan Srono. Mereka adalah Andini Alika Putri, Cantika Anggun
Roudhotul Al Zahra, Dania Ragil Mahardika, dan Ginda Andini Khoirunnisa.
Keempatnya mengumpulkan nilai sama besar, yakni 291,4.

Baca Juga :  3 Langkah Pengunaan Skin Care Sebelum Pakai Foundation

Peringkat keenam diduduki dua siswa asal dua SD yang
berbeda, yakni Dimas Kiki Andreansyah asal SDN 2 Bagorejo dan Rangga Sakhi
Pradipta asal SDN 1 Rogojampi. Keduanya sama-sama mengumpulkan total nilai USBN
sebesar 290,4.

Nova Maydina asal SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono
menduduki peringkat kedelapan dengan total nilai sebesar 289,4. Sedangkan Moh.
Leo Sujeki dan Muhammad Zaky Firnanda melengkapi komposisi sepuluh besar peraih
nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi dengan total nilai masing-masing
sebesar 289,1.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik
Banyuwangi Suratno mengatakan, tersebarnya sekolah asal siswa yang berhasil
meraih nilai USBN tertinggi tersebut menunjukkan bahwa sebaran mutu pendidikan,
khususnya SD, di Banyuwangi sudah merata.

Baca Juga :  Jauhi Narkoba, Raihlah Prestasi

”Pemerataan tidak hanya dari sisi kuantitas dan
aksesibilitas, tetapi juga dari sisi kualitas siswa,” ujarnya.

Selain itu, siswa peraih nilai USBN tertinggi yang
tersebar dari berbagai sekolah di berbagai kecamatan di Banyuwangi, itu juga
relevan dengan semangat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Dikatakan, PPDB jenjang SD dan SMP di Banyuwangi mengacu
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2019
menggunakan sistem zonasi.

Dengan menggunakan sistem zonasi, imbuh Suratno, akan
terjadi persebaran anak yang memiliki potensi bagus ke berbagai sekolah. Anak
yang memiliki potensi akademik menonjol tidak terkonsentrasi di kota atau di SD
tertentu saja.

”Namun, SD pinggir juga dimungkinkan mendapat anak-anak
yang pintar. Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita dapatkan mutiara-mutiara
terpendam di daerah-daerah pinggiran,” pungkasnya. (sgt/aif/c1/jpg/kpg/CTK)

NILAI UN
atau disebut Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Tahun 2019 resmi
diumumkan Rabu (12/6). Di Kabupaten Banyuwnagi, hasilnya cukup mengejutkan.
Siswa yang meraih nilai tertinggi tidak hanya didominasi pelajar yang mengenyam
pendidikan di pusat kota. Tahun ini, sejumlah SDN pinggiran mendominasi nilai
tertinggi USBN.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos
Radar Banyuwangi, peringkat pertama nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi
diraih oleh Narendra Daniswara Pratama Hariyadi. Siswa asal SDN 4 Penganjuran,
ini meraih total nilai sebesar 294,0 dari tiga mata ujian.

Rinciannya, dia memperoleh nilai Bahasa Indonesia sebesar
94,0, Matematika 100,0 dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 100,0.

Peringkat kedua ditempati oleh empat siswa SDN 2
Bagorejo, Kecamatan Srono. Mereka adalah Andini Alika Putri, Cantika Anggun
Roudhotul Al Zahra, Dania Ragil Mahardika, dan Ginda Andini Khoirunnisa.
Keempatnya mengumpulkan nilai sama besar, yakni 291,4.

Baca Juga :  3 Langkah Pengunaan Skin Care Sebelum Pakai Foundation

Peringkat keenam diduduki dua siswa asal dua SD yang
berbeda, yakni Dimas Kiki Andreansyah asal SDN 2 Bagorejo dan Rangga Sakhi
Pradipta asal SDN 1 Rogojampi. Keduanya sama-sama mengumpulkan total nilai USBN
sebesar 290,4.

Nova Maydina asal SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono
menduduki peringkat kedelapan dengan total nilai sebesar 289,4. Sedangkan Moh.
Leo Sujeki dan Muhammad Zaky Firnanda melengkapi komposisi sepuluh besar peraih
nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi dengan total nilai masing-masing
sebesar 289,1.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik
Banyuwangi Suratno mengatakan, tersebarnya sekolah asal siswa yang berhasil
meraih nilai USBN tertinggi tersebut menunjukkan bahwa sebaran mutu pendidikan,
khususnya SD, di Banyuwangi sudah merata.

Baca Juga :  Jauhi Narkoba, Raihlah Prestasi

”Pemerataan tidak hanya dari sisi kuantitas dan
aksesibilitas, tetapi juga dari sisi kualitas siswa,” ujarnya.

Selain itu, siswa peraih nilai USBN tertinggi yang
tersebar dari berbagai sekolah di berbagai kecamatan di Banyuwangi, itu juga
relevan dengan semangat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Dikatakan, PPDB jenjang SD dan SMP di Banyuwangi mengacu
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2019
menggunakan sistem zonasi.

Dengan menggunakan sistem zonasi, imbuh Suratno, akan
terjadi persebaran anak yang memiliki potensi bagus ke berbagai sekolah. Anak
yang memiliki potensi akademik menonjol tidak terkonsentrasi di kota atau di SD
tertentu saja.

”Namun, SD pinggir juga dimungkinkan mendapat anak-anak
yang pintar. Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita dapatkan mutiara-mutiara
terpendam di daerah-daerah pinggiran,” pungkasnya. (sgt/aif/c1/jpg/kpg/CTK)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru