Periode
emas dalam tumbuh kembang anak, yaitu di mulai sejak usia 0-6 tahun. Pada masa
ini, anak harus bisa tumbuh kembang dengan ceria. Maka setiap pemenuhan
kebutuhan anak harus bisa dipenuhi oleh orang tua kepada buah hatinya.
Tak
hanya lewat asupan nutrisi, tetapi juga pola asuh dan kesehatan mental anak.
Sehingga anak akan tumbuh besar berjiwa kompetitif sesuai perkembangan zaman.
“Di
dalam diri anak, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan karena pada dasarnya
terdapat kecerdasan majemuk. Jika dipersiapkan dengan matang, generasi yang
disebut ‘Gen Alpha’ ini akan unggul dengan kecerdasan majemuk,†jelas Head of
Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur dalam keterangan tertulis,
Senin (8/6).
Dalam
masa awal tumbuh kembang anak, orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan
periode ini dengan mengkombinasikan stimulasi dan nutrisi yang tepat. Selain
itu, ada juga beberapa hal yang bisa dilakukan para orang tua. Di antaranya,
1.
Stimulasi
Psikolog
Dr. Rose Mini A.P, MPsi menjelaskan orang tua harus rajin memberikan stimulasi
kepada anak, namun harus menunggu kesiapan anak sehingga tidak overstimulation.
Di samping itu, jangan membanding-bandingkan kemampuan masing-masing anak.
Sebab setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2.
Nutrisi
Di
samping penyediaan stimulasi, penting juga menyediakan nutrisi buat tumbuh
kembang optimal. Misalnya pemberian Probiotik Bifidobakterium Triple Bifidus
secara rutin dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, saluran pernapasan, dan
tumbuh kembang serta kecerdasan anak.
3.
Kembangkan Ide
Tentang
kaitan pertumbuhan anak selama masa pandemi Covid-19, Public Figure Reisa Broto
Asmoro, mengajak orang tua untuk mengembangkan ide aktivitas yang seru bagi
anak selama belajar di rumah saat masa pandemi Covid-19. Pemberian stimulasi
bermain di atas tentu dibarengi dengan pemberian nutrisi termasuk susu.
4.
Kesehatan Saluran Cerna
Dalam
meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak, kebanyakan orang tua
terkadang terlalu fokus pada organ otaknya saja. Padahal, organ lain yang juga
berpengaruh
dalam
hal ini adalah saluran pencernaannya.
Konsep
yang menggabungkan antara pengaruh saluran cerna proses perkembangan fungsi
otak disebut sebagai gut-brain axis. Keterkaitan antara sistem saluran cerna
dan otak ini diperankan penting oleh mikrobiota dalam saluran cerna, di mana
bisa menghubungkan pusat kognisi dan emosi pada otak dengan aktivasi imun.
Anak
yang mempunyai saluran cerna yang baik dan sehat akan mampu menyerap nutrisi
dengan baik dan mensuplai kebutuhan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk otak.
Bakteri baik di usus, yang sering disebut sebagai mikroflora, besar pengaruhnya
terhadap perilaku anak sehingga perlu dijaga keseimbangannya.
5.
Daya Tahan Tubuh Anak
Menjaga
daya tahan tubuh anak sangat penting, salah satunya dengan memberikan nutrisi
yang cukup. Orang tua bisa mengacu pada Isi Piringku dari Kemenkes, lalu
ditambahkan juga dengan susu pertumbuhan.
Ada
3 komponen yang harus diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi pada anak. Yaitu
nutrisi bagi Kecerdasan Multitalenta (Brain Care)yang berperan penting untuk pembentukan dan
koneksi sel saraf otak. Nutrisi yang diperlukan adalah Kolin, Alfa-Laktalbumin,
AA & DHA, serta Fosfolipid.
Nutrisi
bagi Pertahanan Tubuh Ganda (Body Defense) yang berperan penting untuk menjaga
anak tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Nutrisi yang diperlukan adalah
Vitamin A & C, Triple Bifidus, Prebiotik GOS, dan Laktoferin.
Sedangkan
Nutrisi bagi Tumbuh Kembang Optimal (Body Growth) berperan penting untuk
pertumbuhan organ tubuh, tinggi, dan berat badan anak. Nutrisi yang diperlukan
adalah Vitamin D dan Kalsium.