Api yang membara di kompleks Asrama TNI, Jalan Manunggal, Kota Palangka Raya, telah meninggalkan luka yang dalam bagi para penghuninya. Di balik kepulan asap dan puing-puing bangunan, tersimpan kisah pilu para korban yang harus menerima kehilangan harta bendanya dalam sekejap.
HERI MUKTI _ PALANGKA RAYA
APRILIA (13), salah satu penghuni asrama, masih terngingat detik-detik ketika api mulai membesar melalap tiga bangunan barak di kompleks Asrama TNI, Jalan Manunggal, Kota Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026).
“Awalnya saya lagi di kamar, tiduran. Terus saya merasa lampunya kedap-kedip,” ujarnya dengan suara yang masih bergetar.
Ia tidak menyangka bahwa api akan melahap bangunan dengan begitu cepat. Merasa ada yang aneh, ia pun memutuskan keluar kamar untuk memeriksa keadaan. Saat berada di luar, ia mendengar suara gemuruh yang dikira suara tumpahan air. Namun, ketika melihat ke arah belakang asrama, ia dikagetkan dengan pemandangan kobaran api yang membesar dan melahap bangunan.
“Pas saya keluar, apinya sudah gede dari arah belakang. Sempat takut juga karena tempatnya dekat sekali di situ,” katanya.
Bagi Katiman (62), penghuni barak lainnya fakta yang diterima lebih mengejutkan. Sebab, ia sedang berada di luar asrama ketika musibah itu terjadi.
“Saya tidak tahu asalnya (api). Tiba-tiba kakak mendatangi saya, bilang, ‘Pulang ke Manunggal, ada kebakaran’. Gitu saja,” katanya dengan nada yang masih terkejut.


