Kisah Dramatis Ibu Terobos Api Demi Selamatkan Bayi 6 Bulan: Nyawa Diselamatkan, Seluruh Harta Ludes Terbakar

“Saya lupa sama anak di dalam kamar yang lagi tidur di ayunan. Api sudah besar, langsung saya angkat anak itu dan bawa lari keluar. Kejadiannya tidak sampai lima menit, api sudah membesar dan menghabiskan semuanya,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Bersama Daus dan putranya yang berusia 8 tahun, Farok, ia hanya bisa berdiri diam memandang tempat tinggalnya perlahan menjadi abu. Tak satu pun barang sempat diselamatkan. Amukan si jago merah betul-betul tak menyisakan satu pun harta benda yang bisa diselamatkan.

Kini, Zakiah dan keempat anaknya tak memiliki apa-apa. Rumah tempat berlindung, lima unit sepeda motor, televisi, AC, mesin cuci, hingga pakaian sehari-hari hangus tak bersisa. Lebih berat lagi, seluruh dokumen penting seperti, KTP, Kartu Keluarga, hingga ijazah sekolah ludes menjadi debu.

Baca Juga :  Kantor Ponpes Al-Huda di Kobar Terbakar, Santri Panik Berlarian

Saat ini, ia paling cemas memikirkan nasib tiga anaknya yang masih bersekolah. Tasya (17), Jihan (15), dan Farok (8). Seluruh seragam dan perlengkapan belajar mereka pun hilang tak berbekas.

“Barang tidak ada yang tersisa sama sekali. Baju sekolah anak-anak, surat-surat, terbakar semua,” ucapnya seraya berharap pemerintah dan sesama bisa menjangkau mereka, agar suatu hari nanti ia bisa kembali memiliki tempat berteduh dan menyekolahkan anak-anaknya.(*)

“Saya lupa sama anak di dalam kamar yang lagi tidur di ayunan. Api sudah besar, langsung saya angkat anak itu dan bawa lari keluar. Kejadiannya tidak sampai lima menit, api sudah membesar dan menghabiskan semuanya,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Bersama Daus dan putranya yang berusia 8 tahun, Farok, ia hanya bisa berdiri diam memandang tempat tinggalnya perlahan menjadi abu. Tak satu pun barang sempat diselamatkan. Amukan si jago merah betul-betul tak menyisakan satu pun harta benda yang bisa diselamatkan.

Kini, Zakiah dan keempat anaknya tak memiliki apa-apa. Rumah tempat berlindung, lima unit sepeda motor, televisi, AC, mesin cuci, hingga pakaian sehari-hari hangus tak bersisa. Lebih berat lagi, seluruh dokumen penting seperti, KTP, Kartu Keluarga, hingga ijazah sekolah ludes menjadi debu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kantor Ponpes Al-Huda di Kobar Terbakar, Santri Panik Berlarian

Saat ini, ia paling cemas memikirkan nasib tiga anaknya yang masih bersekolah. Tasya (17), Jihan (15), dan Farok (8). Seluruh seragam dan perlengkapan belajar mereka pun hilang tak berbekas.

“Barang tidak ada yang tersisa sama sekali. Baju sekolah anak-anak, surat-surat, terbakar semua,” ucapnya seraya berharap pemerintah dan sesama bisa menjangkau mereka, agar suatu hari nanti ia bisa kembali memiliki tempat berteduh dan menyekolahkan anak-anaknya.(*)

Terpopuler

Artikel Terbaru