alexametrics
25.6 C
Palangkaraya
Friday, August 12, 2022

Sakit Jantung Kambuh Usai Suntik Hormon

PEDANGDUT Fitri Carlina sempat berbagi cerita tentang keinginannya
untuk segera mendapatkan momongan setelah usia pernikahannya dengan pilot
Hendra Sumendap memasuki tahun kelima. Untuk mempercepat kehamilan, Fitri juga
sempat melakukan metode suntik hormon dengan harapan ia bisa segera berbadan
dua.

Namun, hal tersebut tidak
berjalan sesuai harapan. Tidak lama usai melakukan suntik hormon, sakit jantung
yang sempat dideritanya beberapa tahun silam malah kambuh.

“Waktu itu aku waktu itu program
momongan dengan metode terapi hormon. Tapi terapi itu ternyata memicu detak
jantung aku,” tutur Fitri.

Menyusul degup jantung yang terus
berdebar kencang, Fitri lalu pusing dan sesak nafas. “Dalam keadaan istirahat
pun bisa berdebar-debar. Pusing, black out, sesak napas,” tutur Fitri.

Baca Juga :  Atta Halilintar Diam-diam Pernah Dekati Pacar Billy Syahputra

Fitri mengatakan, dokter yang
menanganinya ketika itu mengatakan bahwa efek tersebut memang tidak akan
mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Namun, Fitri sudah ketakutan.

“Menurut dokter itu nggak
berbahaya, tapi aku yang panik. Alhamdulillah aku sudah bersihin semuanya. Aku
sudah sehat, tinggal menjaga lifestyle dan makan sehat,” ungkapnya.

Metode suntik hormon pun akhirnya
meninggalkan trauma buat Fitri. Dia pun enggan melakukan program kehamilan dan
memilih menjalani metode alami. “Aku melakukan program momongan secara normal
saja. Masih trauma sampai sekarang,” ucap Fitri. (JPC/KPC)

PEDANGDUT Fitri Carlina sempat berbagi cerita tentang keinginannya
untuk segera mendapatkan momongan setelah usia pernikahannya dengan pilot
Hendra Sumendap memasuki tahun kelima. Untuk mempercepat kehamilan, Fitri juga
sempat melakukan metode suntik hormon dengan harapan ia bisa segera berbadan
dua.

Namun, hal tersebut tidak
berjalan sesuai harapan. Tidak lama usai melakukan suntik hormon, sakit jantung
yang sempat dideritanya beberapa tahun silam malah kambuh.

“Waktu itu aku waktu itu program
momongan dengan metode terapi hormon. Tapi terapi itu ternyata memicu detak
jantung aku,” tutur Fitri.

Menyusul degup jantung yang terus
berdebar kencang, Fitri lalu pusing dan sesak nafas. “Dalam keadaan istirahat
pun bisa berdebar-debar. Pusing, black out, sesak napas,” tutur Fitri.

Baca Juga :  Gugatan Cerai Ditolak Hakim

Fitri mengatakan, dokter yang
menanganinya ketika itu mengatakan bahwa efek tersebut memang tidak akan
mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Namun, Fitri sudah ketakutan.

“Menurut dokter itu nggak
berbahaya, tapi aku yang panik. Alhamdulillah aku sudah bersihin semuanya. Aku
sudah sehat, tinggal menjaga lifestyle dan makan sehat,” ungkapnya.

Metode suntik hormon pun akhirnya
meninggalkan trauma buat Fitri. Dia pun enggan melakukan program kehamilan dan
memilih menjalani metode alami. “Aku melakukan program momongan secara normal
saja. Masih trauma sampai sekarang,” ucap Fitri. (JPC/KPC)

Most Read

Artikel Terbaru

/