Zaskia Adya Mecca menumpahkan kekecewaannya terkait pembatalan atau penundaan jadwal sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang seharusnya berlangsung hari ini, Selasa (7/4), terkait kasus dugaan pemukulan oleh anggota TNI terhadap staf atau karyawannya.
Zakia Adya Mecca bersama suaminya, Hanung Bramantyo, dan dua orang saksi datang tepat waktu sesuai dengan jadwal sidang tadi pagi. Namun ketika tiba di pengadilan, dia cukup terkejut karena lampu di ruangan mati pertanda tidak ada jadwal persidangan pada hari ini.
“Kaget banget pas sampai di @pengadilanmiliterjakarta nggak ada orang. Hanya ada tukang. Lampu-lampu di ruangan gelap, petugas kami tanya juga kebingungan,” tulis Zaskia Adya Mecca dalam unggahannya di Instagram.
Perempuan berhijab itu sangat kaget sidang dibatalkan begitu saja tanpa ada pemberitahuan. Zaskia Adya Mecca memastikan tidak ada pemberitahuan sama sekali terhadap dirinya perihal pembatalan atau penundaan agenda sidang pada hari ini.
“Jadi kami lost, cuma dikabarin suruh datang hari ini jam 10.00. Kami semua datang, tapi enggak ada apa-apa. Sidangnya ditunda, kami enggak diinformasiin. Semua orang bingung,” ujar Zaskia.
Menurut Zaskia Adya Mecca, sudah seharusnya ada pemberitahuan apabila terjadi pembatalan atau penundaan agenda sidang kepada para pihak.
“Jujur bingung. Harusnya siapa yang mengabarkan ke kami kalau sidang batal? Lalu kapan lagi kalau di reschedule?,” ujar Zaskia Adya Mecca.
Setelah adanya penundaan agenda sidang tanpa ada pemberitahuan, dia kembali dibuat bingung soal kepastian kapan sidang lanjutan akan kembali digelar. Apalagi untuk datang ke pengadilan membutuhkan usaha serius mengingat rumahnya cukup jauh dari lokasi pengadilan.
“Bukannya persidangan ini melibatkan banyak orang? Kenapa kalau cancel orang-orang yang terkait dan dipanggil dilupakan begitu saja? Apa ini hal yang biasa terjadi di persidangan militer?” keluh Zaskia Adya Mecca.
Kasus ini terkait dengan insiden pemukulan yang dilakukan anggota TNI terhadap staf atau karyawan Zaskia Adya Mecca bernama Faisal, terjadi pada September 2025. Kala itu, Faisal mengantarkan Kala ke sekolah dengan menggunakan motor.
Motor Faisal sempat berhadapan dengan motor anggota TNI yang melawan arah di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, dan hampir menabrak. Faisal pun membunyikan klakson untuk tujuan mengingatkan supaya lebih berhati-hati.
Motor anggota TNI itu tidak terima diklakson dan kemudian mengejar motor Faisal. Setelah terkejar, ia menghadang motor Faisal. Tak hanya itu, anggota TNI itu juga melayangkan pukulan kepada Faisal, sebagaimana terlihat dalam video yang sempat viral.(jpc)


