Sempat Diprotes karena Berat Sebelah Memperlakukan Karier Menulis dan Bermusik

Dee Lestari dikenal publik luas sebagai seorang penulis dengan salah satu karya bukunya berjudul Supernova. Sebelum terkenal sebagai penulis, Dee Lestari sebenarnya lebih dulu dikenal sebagai penyanyi.

Dee Lestasi bercerita bahwa dirinya sempat mendapat protes dari mendiang suaminya, Reza Gunawan, saat masih hidup. Alumnus Universitas Parahyangan itu diprotes karena kariernya berat sebelah lebih fokus sebagai penulis, padahal Dee Lestari awalnya adalah seorang penyanyi.

“Saat almarhum masih ada, dia bilang, ‘menyanyi itu jati diri kamu juga. Kayaknya selama ini kamu agak berat sebelah memperlakukan karier menulis dan karier bermusik’,” kata Dee Lestari menirukan pernyataan almarhum, di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Di bidang literasi, Dee Lestari melahirkan banyak karya. Namun di dunia tarik suara, dia baru menghasilkan dua album studio yaitu album Out of Shell (2006) dan Rectoverso (2008).

Baca Juga :  Luna Maya Ingin Bertemu Tukang Santet

Dee Lestari menyadari kariernya memang tidak seimbang. Dia menyatakan, sebenarnya sudah ada ketertarikan cukup lama untuk kembali ke dunia tarik suara namun sempat dilanda ketakutan atau kekhawatiran mengingat industri musik telah mengalami banyak perubahan.

“Aku selalu ada keraguan mau nyemplung tapi kayak nggak tahu mau ngapain. Tapi keinginan itu sudah ada,” jelas Dee Lestari.

Pertemuannya dengan sejumlah orang yang sangat supportif mendukung kariernya membuat Dee Lestari akhirnya memantapkan hati untuk kembali ke dunia musik. Dia pun menghadirkan album terbaru, (Jangan) Jatuh Cinta.

Electronic money exchangers listing

Album baru Dee Lestari memuat 8 lagu di dalamnya. Yaitu lagu (Jangan) Jatuh Cinta, Patah Hati, Kabarku, Hujan Bulan Juni, Jadi Udara, Perahu Kertas, Cuma Satu Nama, dan Bintang Utara.

“Kenapa album? Karena saya orang lama jadi mikirnya merilis album,” ungkap Dee Lestari.

Baca Juga :  Al Diplomat

Di setiap lagu dalam album (Jangan) Jatuh Cinta berkolaborasi dengan sejumlah orang berbeda. Misalnya di lagu Kabarku, Dee Lestari bekerja sama dengan Fellow Amateurs yang terdiri atas Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra.

Di lagu (Jangan) Jatuh Cinta, Dee Lestari bekerja sama dengan Rendy Pandugo dalam proses aransemen dan didukung oleh vokal Teddy Adhitya.

Di lagu Cuma Satu Nama, Dee Lestari berduet dengan penyanyi Afgan. Lagu ini terasa istimewa baginya karena diciptakan bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.

“Setiap kali saya bikin lagu selalu sendirian, tapi di lagu ini saya menciptakannya bersama almarhum Reza Gunawan. Ini adalah lagu kami the one and only. Sayangnya, beliau tidak sempat mendengarkan lagu ini direkam,” papar Dee Lestari.

Dee Lestari dikenal publik luas sebagai seorang penulis dengan salah satu karya bukunya berjudul Supernova. Sebelum terkenal sebagai penulis, Dee Lestari sebenarnya lebih dulu dikenal sebagai penyanyi.

Dee Lestasi bercerita bahwa dirinya sempat mendapat protes dari mendiang suaminya, Reza Gunawan, saat masih hidup. Alumnus Universitas Parahyangan itu diprotes karena kariernya berat sebelah lebih fokus sebagai penulis, padahal Dee Lestari awalnya adalah seorang penyanyi.

“Saat almarhum masih ada, dia bilang, ‘menyanyi itu jati diri kamu juga. Kayaknya selama ini kamu agak berat sebelah memperlakukan karier menulis dan karier bermusik’,” kata Dee Lestari menirukan pernyataan almarhum, di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Electronic money exchangers listing

Di bidang literasi, Dee Lestari melahirkan banyak karya. Namun di dunia tarik suara, dia baru menghasilkan dua album studio yaitu album Out of Shell (2006) dan Rectoverso (2008).

Baca Juga :  Luna Maya Ingin Bertemu Tukang Santet

Dee Lestari menyadari kariernya memang tidak seimbang. Dia menyatakan, sebenarnya sudah ada ketertarikan cukup lama untuk kembali ke dunia tarik suara namun sempat dilanda ketakutan atau kekhawatiran mengingat industri musik telah mengalami banyak perubahan.

“Aku selalu ada keraguan mau nyemplung tapi kayak nggak tahu mau ngapain. Tapi keinginan itu sudah ada,” jelas Dee Lestari.

Pertemuannya dengan sejumlah orang yang sangat supportif mendukung kariernya membuat Dee Lestari akhirnya memantapkan hati untuk kembali ke dunia musik. Dia pun menghadirkan album terbaru, (Jangan) Jatuh Cinta.

Album baru Dee Lestari memuat 8 lagu di dalamnya. Yaitu lagu (Jangan) Jatuh Cinta, Patah Hati, Kabarku, Hujan Bulan Juni, Jadi Udara, Perahu Kertas, Cuma Satu Nama, dan Bintang Utara.

“Kenapa album? Karena saya orang lama jadi mikirnya merilis album,” ungkap Dee Lestari.

Baca Juga :  Al Diplomat

Di setiap lagu dalam album (Jangan) Jatuh Cinta berkolaborasi dengan sejumlah orang berbeda. Misalnya di lagu Kabarku, Dee Lestari bekerja sama dengan Fellow Amateurs yang terdiri atas Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra.

Di lagu (Jangan) Jatuh Cinta, Dee Lestari bekerja sama dengan Rendy Pandugo dalam proses aransemen dan didukung oleh vokal Teddy Adhitya.

Di lagu Cuma Satu Nama, Dee Lestari berduet dengan penyanyi Afgan. Lagu ini terasa istimewa baginya karena diciptakan bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.

“Setiap kali saya bikin lagu selalu sendirian, tapi di lagu ini saya menciptakannya bersama almarhum Reza Gunawan. Ini adalah lagu kami the one and only. Sayangnya, beliau tidak sempat mendengarkan lagu ini direkam,” papar Dee Lestari.

Terpopuler

Artikel Terbaru