27.8 C
Jakarta
Thursday, January 29, 2026

Sejak 2021, LinkUMKM BRI Jadi Andalan Pendampingan UMKM Digital

JAKARTA – Sejak diluncurkan pada 2021, platform digital LinkUMKM milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjadi andalan dalam pendampingan UMKM digital di seluruh Indonesia. Melalui platform ini, BRI mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas lewat pelatihan usaha yang praktis, relevan, dan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, perluasan akses pasar, hingga percepatan proses naik kelas, seluruhnya terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta Register NIB yang mendukung aspek administrasi dan legalitas usaha. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk memudahkan UMKM mengelola bisnis secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha, khususnya dalam mengakses informasi pasar sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas,” ujar Akhmad.

Menurutnya, platform tersebut memungkinkan UMKM memperoleh pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan bisnis masing-masing, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan.

Melalui fitur UMKM Smart, pelaku usaha dapat memanfaatkan Self-Assessment Naik Kelas untuk mengenali kapasitas bisnis lewat sistem scoring digital. Selain itu, tersedia Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  RUPST 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, UMKM akan mendapatkan rekomendasi pelatihan sesuai kelas usahanya, baik UMKM tradisional, berkembang, maupun modern. Saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Tak hanya penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang berisi informasi inspiratif, berita terkini, hingga infografis edukatif. Untuk mendukung perluasan pasar, tersedia Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau konsumen lebih luas.

Platform ini juga terhubung dengan jaringan Rumah BUMN serta dilengkapi fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antarpelaku UMKM.

Informasi lengkap terkait pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui LinkUMKM dapat diakses melalui linkumkm.id atau aplikasi mobile yang tersedia di Play Store. ***

JAKARTA – Sejak diluncurkan pada 2021, platform digital LinkUMKM milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjadi andalan dalam pendampingan UMKM digital di seluruh Indonesia. Melalui platform ini, BRI mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas lewat pelatihan usaha yang praktis, relevan, dan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, perluasan akses pasar, hingga percepatan proses naik kelas, seluruhnya terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta Register NIB yang mendukung aspek administrasi dan legalitas usaha. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk memudahkan UMKM mengelola bisnis secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha, khususnya dalam mengakses informasi pasar sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas,” ujar Akhmad.

Menurutnya, platform tersebut memungkinkan UMKM memperoleh pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan bisnis masing-masing, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan.

Melalui fitur UMKM Smart, pelaku usaha dapat memanfaatkan Self-Assessment Naik Kelas untuk mengenali kapasitas bisnis lewat sistem scoring digital. Selain itu, tersedia Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.

Baca Juga :  RUPST 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, UMKM akan mendapatkan rekomendasi pelatihan sesuai kelas usahanya, baik UMKM tradisional, berkembang, maupun modern. Saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Tak hanya penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang berisi informasi inspiratif, berita terkini, hingga infografis edukatif. Untuk mendukung perluasan pasar, tersedia Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau konsumen lebih luas.

Platform ini juga terhubung dengan jaringan Rumah BUMN serta dilengkapi fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antarpelaku UMKM.

Informasi lengkap terkait pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui LinkUMKM dapat diakses melalui linkumkm.id atau aplikasi mobile yang tersedia di Play Store. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru