BRI Perkuat Aksi Hijau, Pembiayaan Lingkungan Capai Puluhan Triliun

Jakarta – BRI terus memperkuat aksi hijau lewat penerapan keuangan berkelanjutan dalam strategi bisnisnya. Hingga 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan (KUBL) sebesar Rp93,2 triliun, menegaskan keseriusan perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan aspek sosial dan lingkungan.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Direktur Micro BRI, , mengatakan BRI konsisten menjalankan keuangan berkelanjutan secara terukur, termasuk memenuhi ketentuan melalui POJK No. 51/POJK.03/2017.

“BRI telah mempublikasikan Laporan Keberlanjutan 2025 di situs resmi dan , serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026–2030 sebagai panduan implementasi,” ujar Akhmad.

Dia menegaskan, integrasi prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. “Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga :  BRI Dorong UMKM Solo Naik Kelas, Produk EANK Kini Menembus Pasar Asia Tenggara

Tak hanya sektor lingkungan, pembiayaan berwawasan sosial juga mendominasi. Hingga 2025, nilainya mencapai Rp718,7 triliun atau sekitar 53,5% dari total portofolio pembiayaan BRI.

Untuk memperluas dampak, BRI menerbitkan social bond senilai Rp5 triliun yang difokuskan pada sektor-sektor yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perseroan juga telah melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai panduan OJK guna memperkuat manajemen risiko terkait perubahan iklim.

Di sisi inklusi keuangan, BRI mencatat lebih dari 140,5 juta nasabah hingga akhir 2025. Ekosistem digitalnya juga terus berkembang dengan 45,93 juta pengguna BRImo, 1.193.835 Agen BRILink, serta pemberdayaan melalui 5.245 Desa BRILiaN.

Electronic money exchangers listing

BRI juga mulai mengadopsi standar pelaporan internasional IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2), sekaligus memperkuat tata kelola yang tercermin dari capaian di ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Baca Juga :  Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun

Kinerja tersebut mendapat pengakuan global. BRI meraih rating A dari MSCI ESG, kategori Low Risk dari Sustainalytics, serta masuk persentil ke-92 dalam S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA). Bahkan, BRI menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang konsisten masuk S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Akhmad.

Tags: BRI, ESG, pembiayaan hijau, keuangan berkelanjutan, RUPST

Jakarta – BRI terus memperkuat aksi hijau lewat penerapan keuangan berkelanjutan dalam strategi bisnisnya. Hingga 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan (KUBL) sebesar Rp93,2 triliun, menegaskan keseriusan perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan aspek sosial dan lingkungan.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Direktur Micro BRI, , mengatakan BRI konsisten menjalankan keuangan berkelanjutan secara terukur, termasuk memenuhi ketentuan melalui POJK No. 51/POJK.03/2017.

“BRI telah mempublikasikan Laporan Keberlanjutan 2025 di situs resmi dan , serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026–2030 sebagai panduan implementasi,” ujar Akhmad.

Electronic money exchangers listing

Dia menegaskan, integrasi prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. “Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga :  BRI Dorong UMKM Solo Naik Kelas, Produk EANK Kini Menembus Pasar Asia Tenggara

Tak hanya sektor lingkungan, pembiayaan berwawasan sosial juga mendominasi. Hingga 2025, nilainya mencapai Rp718,7 triliun atau sekitar 53,5% dari total portofolio pembiayaan BRI.

Untuk memperluas dampak, BRI menerbitkan social bond senilai Rp5 triliun yang difokuskan pada sektor-sektor yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perseroan juga telah melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai panduan OJK guna memperkuat manajemen risiko terkait perubahan iklim.

Di sisi inklusi keuangan, BRI mencatat lebih dari 140,5 juta nasabah hingga akhir 2025. Ekosistem digitalnya juga terus berkembang dengan 45,93 juta pengguna BRImo, 1.193.835 Agen BRILink, serta pemberdayaan melalui 5.245 Desa BRILiaN.

BRI juga mulai mengadopsi standar pelaporan internasional IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2), sekaligus memperkuat tata kelola yang tercermin dari capaian di ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Baca Juga :  Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun

Kinerja tersebut mendapat pengakuan global. BRI meraih rating A dari MSCI ESG, kategori Low Risk dari Sustainalytics, serta masuk persentil ke-92 dalam S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA). Bahkan, BRI menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang konsisten masuk S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Akhmad.

Tags: BRI, ESG, pembiayaan hijau, keuangan berkelanjutan, RUPST

Terpopuler

Artikel Terbaru