Bumbu Instan Tanpa MSG Tembus Pasar Ekspor, Kisah UMKM Perempuan Naik Kelas Bareng LinkUMKM BRI

Padang Panjang – Kisah sukses UMKM perempuan menembus pasar ekspor datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, produsen bumbu instan tanpa MSG asal Padang Panjang. Lewat dukungan program LinkUMKM BRI, usahanya kini tak hanya menguasai pasar lokal, tapi juga berhasil menembus pasar internasional hingga Inggris.

Produk bumbu instan Wan Alan dikenal praktis, sehat, dan tetap mempertahankan cita rasa autentik nusantara. Tanpa tambahan MSG, varian seperti bumbu rendang dan lengkuas jadi favorit karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses rumit—sebuah keunggulan yang membuat produk ini dilirik pasar ekspor.

Perjalanan usaha ini dimulai dari dapur rumahan saat pandemi. Awalnya berbasis olahan jahe, Vianti kemudian beradaptasi dengan menghadirkan bumbu instan sesuai kebutuhan pasar. Inovasi itu melahirkan berbagai varian baru, mulai dari gulai, soto, hingga nasi goreng, yang kini makin luas diterima konsumen.

Baca Juga :  BRI Cetak Sejarah, Jadi Bank Pertama di RI Kantongi Sertifikasi ISO/IEC 25000

Saat ini, produk Wan Alan sudah masuk toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasarnya terus meluas hingga ke luar negeri.

Vianti mengaku, perkembangan usahanya tak lepas dari peran ekosistem pemberdayaan BRI melalui LinkUMKM dan Rumah BUMN.

“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2022 saat bergabung di Rumah BUMN Padang Panjang. Dari situ saya ikut BRIncubator 2022. Banyak ilmu yang saya dapat, mulai dari pemasaran, branding, manajemen, sampai memperluas jaringan. Itu yang bikin produk saya bisa berkembang seperti sekarang,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Vianti mendapat pendampingan bisnis yang berdampak langsung pada peningkatan omzet dan kapasitas produksi. Ia juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mempermudah transaksi di berbagai kanal penjualan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Ciptakan Lapangan Usaha

Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Ia menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan alat produksi. Namun, konsistensi jadi kunci.

“Kesuksesan itu lahir dari doa dan kerja keras. Kalau salah satunya hilang, langkah kita tidak akan seimbang,” ucapnya.

Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM BRI dengan dukungan lebih dari 840 modul pembelajaran terintegrasi.

Direktur Manajemen Risiko BRI, , menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi nasional.

“Perempuan punya peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI berkomitmen membuka akses yang setara agar perempuan bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” katanya.

Tags: UMKM perempuan, bumbu instan, tanpa MSG, LinkUMKM BRI, ekspor Inggris

Padang Panjang – Kisah sukses UMKM perempuan menembus pasar ekspor datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, produsen bumbu instan tanpa MSG asal Padang Panjang. Lewat dukungan program LinkUMKM BRI, usahanya kini tak hanya menguasai pasar lokal, tapi juga berhasil menembus pasar internasional hingga Inggris.

Produk bumbu instan Wan Alan dikenal praktis, sehat, dan tetap mempertahankan cita rasa autentik nusantara. Tanpa tambahan MSG, varian seperti bumbu rendang dan lengkuas jadi favorit karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses rumit—sebuah keunggulan yang membuat produk ini dilirik pasar ekspor.

Perjalanan usaha ini dimulai dari dapur rumahan saat pandemi. Awalnya berbasis olahan jahe, Vianti kemudian beradaptasi dengan menghadirkan bumbu instan sesuai kebutuhan pasar. Inovasi itu melahirkan berbagai varian baru, mulai dari gulai, soto, hingga nasi goreng, yang kini makin luas diterima konsumen.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BRI Cetak Sejarah, Jadi Bank Pertama di RI Kantongi Sertifikasi ISO/IEC 25000

Saat ini, produk Wan Alan sudah masuk toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasarnya terus meluas hingga ke luar negeri.

Vianti mengaku, perkembangan usahanya tak lepas dari peran ekosistem pemberdayaan BRI melalui LinkUMKM dan Rumah BUMN.

“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2022 saat bergabung di Rumah BUMN Padang Panjang. Dari situ saya ikut BRIncubator 2022. Banyak ilmu yang saya dapat, mulai dari pemasaran, branding, manajemen, sampai memperluas jaringan. Itu yang bikin produk saya bisa berkembang seperti sekarang,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Vianti mendapat pendampingan bisnis yang berdampak langsung pada peningkatan omzet dan kapasitas produksi. Ia juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mempermudah transaksi di berbagai kanal penjualan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Ciptakan Lapangan Usaha

Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Ia menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan alat produksi. Namun, konsistensi jadi kunci.

“Kesuksesan itu lahir dari doa dan kerja keras. Kalau salah satunya hilang, langkah kita tidak akan seimbang,” ucapnya.

Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM BRI dengan dukungan lebih dari 840 modul pembelajaran terintegrasi.

Direktur Manajemen Risiko BRI, , menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi nasional.

“Perempuan punya peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI berkomitmen membuka akses yang setara agar perempuan bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” katanya.

Tags: UMKM perempuan, bumbu instan, tanpa MSG, LinkUMKM BRI, ekspor Inggris

Terpopuler

Artikel Terbaru