JAKARTA – Komitmen berbagi di Bulan Ramadan 1447 H ditunjukkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI lewat program santunan anak yatim skala nasional. Mengusung tema “Berbagi Makna untuk Indonesia”, BRI menyalurkan santunan kepada 8.500 anak yatim di seluruh Indonesia, dengan 500 penerima hadir langsung di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (16/03).
Kegiatan santunan anak yatim Ramadan BRI ini turut dihadiri Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta jajaran direksi dan komisaris. Secara serentak, BRI juga menyalurkan santunan kepada 8.000 anak yatim lainnya melalui Regional Office di berbagai daerah.
Tak hanya itu, pada momen yang sama BRI juga menyalurkan bantuan sembako dan santunan bagi penjaga Masjid Istiqlal Jakarta, serta bantuan pendidikan untuk para hafiz Al-Qur’an di Indonesia.
Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menanamkan nilai kepedulian kepada generasi muda. Menurutnya, santunan seperti ini bukan sekadar bantuan materi.
“Kegiatan ini bukan hanya soal memberi, tapi juga menumbuhkan harapan dan dukungan moral agar anak-anak terus belajar, berusaha, dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menambahkan, sebagai institusi yang tumbuh bersama masyarakat, BRI tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.
“Ramadan ini menjadi momentum berbagi harapan. Kami percaya setiap anak punya potensi. Dari mereka akan lahir pemimpin masa depan, guru inspiratif, hingga pengusaha yang membawa manfaat bagi banyak orang,” kata Hery.
Ia juga mengungkapkan, selama Ramadan 1447 H, BRI Group menjalankan berbagai program sosial lainnya. Di antaranya penyaluran 279.541 paket sembako, bantuan 5.500 paket sekolah untuk siswa di NTT, Papua Barat Daya, dan Sumatera Barat, serta program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan 238 bus untuk 12.325 pemudik.
“Semoga Ramadan ini membawa keberkahan. Kami berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjadi penyemangat bagi anak-anak meraih masa depan,” tutupnya. ***


