PROKALTENG.CO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 34,74 persen sepanjang tahun 2026 atau year to date akibat kondisi ketidakpastian global.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan IHSG pada Juni terkoreksi sebesar 7,9 persen secara bulanan atau month to month (mtm) ke level 5.643,19 pada akhir Juni 2026.
“IHSG ditutup pada level 5.643,19 per akhir Juni atau terkoreksi 7,9 persen mantuman atau 34,74 persen year-to-date,” ujar Hasan dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/7).
Hasan mengatakan, pelemahan pasar saham domestik masih dipengaruhi ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kondisi dan kebijakan dalam negeri, serta aksi penyesuaian portofolio (rebalancing).
Namun, ia menyebut tekanan di pasar modal mulai mereda pada awal Juli 2026. OJK akan terus mencermati perkembangan pasar di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
“Memasuki awal Juli 2026 ini tekanan di pasar terpantau mereda dan akan terus kita cermati perkembangannya ke depan. Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp 22,23 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai Rp 22,86 triliun.
Sementara itu, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham senilai Rp 19,63 triliun selama periode tersebut. Meski begitu, OJK menilai likuiditas pasar modal domestik masih terjaga di tengah tekanan yang dipicu ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.
“Investor asing pada periode tersebut membukukan net sale di saham senilai Rp 19,63 triliun,” ungkapnya.(jpg)


