Reses di Menteng XII, Faridawaty Tampung Keluhan Warga soal Jalan hingga Banjir

Warga mengaku selama ini harus melakukan swadaya untuk memasang penerangan di sejumlah titik.

Untuk satu titik penerangan, masyarakat harus mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.

Menurut Faridawaty, kebutuhan penerangan jalan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.

Warga mengeluhkan pengangkutan sampah menuju Griya Sanur yang dinilai belum efektif sehingga terjadi penumpukan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Di bidang pelayanan kesehatan, Faridawaty menerima masukan mengenai kendala administrasi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan dengan pembiayaan PBI.

Salah satu persoalan yang disampaikan yakni warga terkadang diminta melengkapi surat keterangan tidak mampu, sementara data warga yang bersangkutan belum tercatat dalam data warga miskin.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ketua DPRD Minta PBVSI Lakukan Pembinaan Turnamen Tarkam

Faridawaty menilai persoalan pelayanan masyarakat seperti ini perlu mendapat perhatian agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kesulitan memperoleh akses pelayanan dasar.

Tidak hanya persoalan fisik, Faridawaty juga menerima aspirasi mengenai pemberdayaan perempuan.

Warga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan seperti menganyam, membuat bakul adat, membuat gelang, menjahit serta pelatihan kerajinan dan UMKM.

Warga mengaku selama ini harus melakukan swadaya untuk memasang penerangan di sejumlah titik.

Untuk satu titik penerangan, masyarakat harus mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.

Menurut Faridawaty, kebutuhan penerangan jalan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing

Persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.

Warga mengeluhkan pengangkutan sampah menuju Griya Sanur yang dinilai belum efektif sehingga terjadi penumpukan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Di bidang pelayanan kesehatan, Faridawaty menerima masukan mengenai kendala administrasi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan dengan pembiayaan PBI.

Salah satu persoalan yang disampaikan yakni warga terkadang diminta melengkapi surat keterangan tidak mampu, sementara data warga yang bersangkutan belum tercatat dalam data warga miskin.

Baca Juga :  Ketua DPRD Minta PBVSI Lakukan Pembinaan Turnamen Tarkam

Faridawaty menilai persoalan pelayanan masyarakat seperti ini perlu mendapat perhatian agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kesulitan memperoleh akses pelayanan dasar.

Tidak hanya persoalan fisik, Faridawaty juga menerima aspirasi mengenai pemberdayaan perempuan.

Warga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan seperti menganyam, membuat bakul adat, membuat gelang, menjahit serta pelatihan kerajinan dan UMKM.

Terpopuler

Artikel Terbaru