26.7 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Perlu Aksi Nyata untuk Cegah Penyakit DBD

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Duwel Rawing menjelaskan, pentingnya aksi nyata dalam upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kolaborasi dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, melalui instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mengatasi situasi ini. “DBD membahayakan. Oleh karena itu, perlu perhatian serius dari pemerintah daerah, karena DBD dapat mengakibatkan kematian,”ungkapnya, baru-baru ini.

Duwel menekankan, perlunya langkah konkret seperti pembagian abate oleh pemerintah daerah. Abate merupakan metode efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus penyebab DBD.

Tidak hanya mengandalkan pemerintah, Duwel juga menyoroti peran masyarakat dalam pencegahan DBD. Sosialisasi dan edukasi terus-menerus mengenai praktik hidup sehat dan kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Masyarakat Kecamatan Sumber Barito Dambakan Jalan Penghubung

“Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah DBD. Masyarakat juga harus aktif menjalankan pola hidup bersih dan sehat agar dapat terhindar dari penyakit ini,” tambahnya.

Duwel juga mengajak, masyarakat untuk menerapkan prinsip 5M, yaitu menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman dari risiko penyebaran DBD di Kalteng,”pungkasnya. (hfz/pri)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Duwel Rawing menjelaskan, pentingnya aksi nyata dalam upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kolaborasi dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, melalui instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mengatasi situasi ini. “DBD membahayakan. Oleh karena itu, perlu perhatian serius dari pemerintah daerah, karena DBD dapat mengakibatkan kematian,”ungkapnya, baru-baru ini.

Duwel menekankan, perlunya langkah konkret seperti pembagian abate oleh pemerintah daerah. Abate merupakan metode efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus penyebab DBD.

Tidak hanya mengandalkan pemerintah, Duwel juga menyoroti peran masyarakat dalam pencegahan DBD. Sosialisasi dan edukasi terus-menerus mengenai praktik hidup sehat dan kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Masyarakat Kecamatan Sumber Barito Dambakan Jalan Penghubung

“Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah DBD. Masyarakat juga harus aktif menjalankan pola hidup bersih dan sehat agar dapat terhindar dari penyakit ini,” tambahnya.

Duwel juga mengajak, masyarakat untuk menerapkan prinsip 5M, yaitu menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman dari risiko penyebaran DBD di Kalteng,”pungkasnya. (hfz/pri)

Terpopuler

Artikel Terbaru