Tinjau Sekolah Rakyat di Sampit, Abdul Hafid: Kemiskinan Jangan Matikan Harapan Anak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid. Menegaskan bahwa himpitan ekonomi tidak boleh merampas hak anak untuk merajut masa depan.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung aktivitas pendidikan dan progres pembangunan di Sekolah Rakyat (SR) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini.

Dalam kunjungannya, Hafid disambut antusias oleh anak-anak asuh yang tengah berolahraga dan bermain di kawasan sekolah. Di balik keceriaan tersebut, para siswa berasal dari ragam latar belakang sosial yang sarat keterbatasan, mulai dari himpitan ekonomi, kehilangan orang tua, hingga minimnya kemampuan dasar literasi.

Menyaksikan kondisi itu, Hafid menilai program pendidikan berasrama ini memegang peranan krusial.

“Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” ungkap Abdul Hafid.

Dalam peninjauan yang turut didampingi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim, Nikkon Bhastari, beserta jajaran pendidik, Hafid menyoroti besarnya tantangan mendidik anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Sepakat Larangan Mudik Lebaran

Pendekatan belajar tidak bisa disamaratakan. Sehingga kehadiran tenaga pendidik dan wali asuh yang mendampingi siswa secara purna waktu di asrama menjadi ujung tombak pembentukan karakter.

Electronic money exchangers listing

“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.

Terkait fasilitas, Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur tersebut juga mengatakan kegiatan belajar yang awalnya dirintis pada 2025 di eks Asrama Haji Islamic Center ini, tengah dalam tahap penyelesaian relokasi ke kawasan Wengga Metropolitan.

Kompleks seluas 6,8 hektare tersebut dilaporkan telah mencapai progres pembangunan fisik sekitar 80 persen pada pertengahan Agustus 2026.

Meski mengapresiasi kemegahan infrastruktur, Hafid mengingatkan perlunya penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Gedung yang bagus penting, fasilitas yang lengkap juga penting. Tetapi yang tidak kalah penting adalah orang-orang yang setiap hari mendampingi anak-anak ini. Guru dan wali asuh harus cukup karena merekalah yang memahami persoalan anak dan ikut membentuk karakter mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Dukung Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi

Sebagai bagian dari program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, implementasi Sekolah Rakyat didorong untuk terus dievaluasi, termasuk pemenuhan kuota guru dan fasilitas dasar.

Anggota Dewan Dapil Kotim dan Seruyan tersebut menekankan, ukuran keberhasilan program ini bukanlah kemegahan gedung, melainkan lahirnya generasi mandiri yang berani bercita-cita.

“Jangan melihat mereka dari keadaan hari ini. Kalau dibina dengan baik, diberikan pendidikan dan kesempatan yang sama, kita tidak pernah tahu, kelak dari anak-anak ini bisa lahir guru, pengusaha, tenaga profesional bahkan pemimpin,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memandang bahwa para pendidik di SR kini memikul tugas penting: memastikan masa lalu yang serba terbatas tidak menjadi batas bagi masa depan anak-anak. Investasi terbesar SR adalah perubahan nasib dan tumbuhnya kepercayaan diri para pesertanya.

“Kita ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka sama berharganya dengan anak-anak lain dan mempunyai hak yang sama untuk bercita-cita. Kemiskinan jangan sampai mematikan harapan anak. Kalau Sekolah Rakyat mampu mengubah kehidupan mereka, maka negara bukan hanya membangun sekolah, tetapi sedang membangun masa depan sebuah generasi,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid. Menegaskan bahwa himpitan ekonomi tidak boleh merampas hak anak untuk merajut masa depan.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung aktivitas pendidikan dan progres pembangunan di Sekolah Rakyat (SR) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini.

Dalam kunjungannya, Hafid disambut antusias oleh anak-anak asuh yang tengah berolahraga dan bermain di kawasan sekolah. Di balik keceriaan tersebut, para siswa berasal dari ragam latar belakang sosial yang sarat keterbatasan, mulai dari himpitan ekonomi, kehilangan orang tua, hingga minimnya kemampuan dasar literasi.

Electronic money exchangers listing

Menyaksikan kondisi itu, Hafid menilai program pendidikan berasrama ini memegang peranan krusial.

“Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” ungkap Abdul Hafid.

Dalam peninjauan yang turut didampingi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim, Nikkon Bhastari, beserta jajaran pendidik, Hafid menyoroti besarnya tantangan mendidik anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Sepakat Larangan Mudik Lebaran

Pendekatan belajar tidak bisa disamaratakan. Sehingga kehadiran tenaga pendidik dan wali asuh yang mendampingi siswa secara purna waktu di asrama menjadi ujung tombak pembentukan karakter.

“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.

Terkait fasilitas, Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur tersebut juga mengatakan kegiatan belajar yang awalnya dirintis pada 2025 di eks Asrama Haji Islamic Center ini, tengah dalam tahap penyelesaian relokasi ke kawasan Wengga Metropolitan.

Kompleks seluas 6,8 hektare tersebut dilaporkan telah mencapai progres pembangunan fisik sekitar 80 persen pada pertengahan Agustus 2026.

Meski mengapresiasi kemegahan infrastruktur, Hafid mengingatkan perlunya penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Gedung yang bagus penting, fasilitas yang lengkap juga penting. Tetapi yang tidak kalah penting adalah orang-orang yang setiap hari mendampingi anak-anak ini. Guru dan wali asuh harus cukup karena merekalah yang memahami persoalan anak dan ikut membentuk karakter mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Dukung Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi

Sebagai bagian dari program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, implementasi Sekolah Rakyat didorong untuk terus dievaluasi, termasuk pemenuhan kuota guru dan fasilitas dasar.

Anggota Dewan Dapil Kotim dan Seruyan tersebut menekankan, ukuran keberhasilan program ini bukanlah kemegahan gedung, melainkan lahirnya generasi mandiri yang berani bercita-cita.

“Jangan melihat mereka dari keadaan hari ini. Kalau dibina dengan baik, diberikan pendidikan dan kesempatan yang sama, kita tidak pernah tahu, kelak dari anak-anak ini bisa lahir guru, pengusaha, tenaga profesional bahkan pemimpin,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memandang bahwa para pendidik di SR kini memikul tugas penting: memastikan masa lalu yang serba terbatas tidak menjadi batas bagi masa depan anak-anak. Investasi terbesar SR adalah perubahan nasib dan tumbuhnya kepercayaan diri para pesertanya.

“Kita ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka sama berharganya dengan anak-anak lain dan mempunyai hak yang sama untuk bercita-cita. Kemiskinan jangan sampai mematikan harapan anak. Kalau Sekolah Rakyat mampu mengubah kehidupan mereka, maka negara bukan hanya membangun sekolah, tetapi sedang membangun masa depan sebuah generasi,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru