32 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Gencarkan Kembali Pasar Penyeimbang dan Pasar Murah untuk Menstabilkan Harga

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan pasca lebaran beberapa waktu lalu. Seperti kenaikan gula pasir, cabai, khususnya di Kota Palangkaraya. Hal ini pun mendapat tanggapan dari anggota Komisi B DPRD Kota Palangkaraya, HM Khemal Nasery. Ia mengatakan bahwa hal tersebut memang menjadi isu nasional terkait gula pasir.

“Ya, memang ini juga menjadi isu nasional, karena pasokan gula dalam negeri kan kurang. Kita banyak bertumpu pada impor gula dari luar,” ujar Khemal, Selasa (30/4).

Menurutnya, hukum perdagangan itu berlaku untuk supply demand. Sehingga mempengaruhi harga naik. Dia menyarankan pemerintah daerah untuk menggencarkan kembali operasi pasar, pasar penyeimbang, dan pasar murah untuk menstabilkan harga.

Baca Juga :  Disediakan 3.000 Paket! Disubsidi Rp150 Ribu, Masyarakat Hanya Menebus Sembako Rp50 Ribu

Wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan pembangunan ini juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu banyak mengkonsumsi gula pasir, karena gula pasir tidak baik juga untuk kesehatan.

Begitu juga dengan harga cabai. Khemal menambahkan, bahwa harga cabai terkadang naik turun. Dirinya pun menyarankan kepada masyarakat untuk menanam cabai di sekitar lingkungan tempat tinggal. Seperti menanam di polybag sendiri, dalam memanfaatkan lingkungan sekitar rumah untuk ditanami cabai.

“Hal itu agar ketika terjadi kenaikan cabai tidak menjadi persoalan. Menanam cabai bukan hal yang sulit, karena sebagian besar cabai kita dipasok dari luar Palangkaraya. Nah bagaimana masyarakat memiliki ketahanan pangan, ketahanan bapoknya. Seperti cabai, sayuran-sayuran, dan lainnya, jadi bagaimana menanamkan hal tersebut kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  KP2K dan Organisasi Gabungan Berikan Tali Kasih

Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga meminta dinas terkait melakukan pembinaan. Untuk menumbuh kembangkan hati masyarakat untuk bercocok tanam di lingkungannya masing-masing.

“Pemko bisa menyiapkan bibit, pupuk, supaya masyarakat bisa bercocok tanam di lingkungannya masing-masing,” ucapnya. (ana)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan pasca lebaran beberapa waktu lalu. Seperti kenaikan gula pasir, cabai, khususnya di Kota Palangkaraya. Hal ini pun mendapat tanggapan dari anggota Komisi B DPRD Kota Palangkaraya, HM Khemal Nasery. Ia mengatakan bahwa hal tersebut memang menjadi isu nasional terkait gula pasir.

“Ya, memang ini juga menjadi isu nasional, karena pasokan gula dalam negeri kan kurang. Kita banyak bertumpu pada impor gula dari luar,” ujar Khemal, Selasa (30/4).

Menurutnya, hukum perdagangan itu berlaku untuk supply demand. Sehingga mempengaruhi harga naik. Dia menyarankan pemerintah daerah untuk menggencarkan kembali operasi pasar, pasar penyeimbang, dan pasar murah untuk menstabilkan harga.

Baca Juga :  Disediakan 3.000 Paket! Disubsidi Rp150 Ribu, Masyarakat Hanya Menebus Sembako Rp50 Ribu

Wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan pembangunan ini juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu banyak mengkonsumsi gula pasir, karena gula pasir tidak baik juga untuk kesehatan.

Begitu juga dengan harga cabai. Khemal menambahkan, bahwa harga cabai terkadang naik turun. Dirinya pun menyarankan kepada masyarakat untuk menanam cabai di sekitar lingkungan tempat tinggal. Seperti menanam di polybag sendiri, dalam memanfaatkan lingkungan sekitar rumah untuk ditanami cabai.

“Hal itu agar ketika terjadi kenaikan cabai tidak menjadi persoalan. Menanam cabai bukan hal yang sulit, karena sebagian besar cabai kita dipasok dari luar Palangkaraya. Nah bagaimana masyarakat memiliki ketahanan pangan, ketahanan bapoknya. Seperti cabai, sayuran-sayuran, dan lainnya, jadi bagaimana menanamkan hal tersebut kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  KP2K dan Organisasi Gabungan Berikan Tali Kasih

Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga meminta dinas terkait melakukan pembinaan. Untuk menumbuh kembangkan hati masyarakat untuk bercocok tanam di lingkungannya masing-masing.

“Pemko bisa menyiapkan bibit, pupuk, supaya masyarakat bisa bercocok tanam di lingkungannya masing-masing,” ucapnya. (ana)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru