PALANGKA
RAYA– Banyaknya
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap semakin tebal. Mata
terasa pedas. Tenggorokan tidak nyaman. Kualitas udara segar menurun yang berbahaya
bagi pernapasan. Kemarin sore (11/8), alat indeks standar pencemar udara (ISPU)
yang dipasang di Bundaran Besar Palangka Raya sudah menunjukkan kategori
berbahaya. Berbahaya bagi semua populasi.
Konsentrasi partikulat
(PM10) sudah di atas angka 300, jauh dari batas sedang PM10 50-100. PM10 adalah
partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).
Wakil rakyat yang duduk
di kursi DPRD Kota Palangka Raya, Alfian Batnakanti, juga
gerah melihat kondisi langit Kota Cantik yang semakin parah dengan udara yang sudah
sangat berbahaya.
“Melihat keadaan
seperti saat ini, saya mendesak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya meliburkan
peserta didik,†tegasnya.
Persoalan ini semestinya
dapat diantisipasi semua pihak. Termasuk kesadaran masyarakat.
“Seperti jadi
program tahunan saja kejadian karhutla ini,” ucapnya.
Alfian juga menyarankan
didirikan rumah singgah pada lokasi-lokasi strategis, agar mudah dijangkau
masyarakat luas.
“Saya pikir rumah
singgah memang harus ada, meskipun kita tahu bersama bahwa anggaran pemko
memang sedikit. Namun itu memang diperlukan saat ini,” katanya.