PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai penguatan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam menyikapi isu lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer/questioning (LGBTQ) yang belakangan kembali menjadi perhatian publik. Menurutnya, peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai sosial dan budaya perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat menyikapi berbagai isu secara bijak.
“Menurut saya, langkah yang lebih efektif adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku dapat terus terjaga,” ujar Hasan, Sabtu (11/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi berkembangnya pembahasan mengenai isu LGBTQ yang dalam sejumlah wacana nasional dikaitkan sebagai salah satu ancaman nonmiliter. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh pemahaman yang utuh agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas.
“Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, edukasi harus terus ditingkatkan,” katanya.
Hasan menegaskan bahwa upaya pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sosial memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.
“Pembinaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk karakter generasi muda,” tambahnya.
Ia juga berpandangan bahwa perilaku yang dinilai tidak sejalan dengan norma sosial yang berlaku berpotensi memengaruhi kehidupan sosial masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan pendekatan yang tepat.
“Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter serta pembinaan yang konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ucapnya.
Selain menekankan pentingnya edukasi, Hasan mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan dialog yang sehat dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, pendekatan yang bijaksana diperlukan agar tidak memunculkan kesalahpahaman maupun stigma yang berlebihan.
“Komunikasi yang terbuka dan bijak perlu terus dibangun agar masyarakat dapat memahami persoalan ini secara proporsional tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun stigma yang berlebihan,” tuturnya.
Hasan berharap seluruh elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan moral yang menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Ia juga memastikan DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial di Kota Palangka Raya.
“Kami di DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai program edukasi yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial dan menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (adr)


