PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kota Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk segera mengambil langkah-langkah konkret guna mempercepat realisasi pendapatan dan belanja daerah menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2026.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, usai Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pidato pengantar Wali Kota Palangka Raya mengenai Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (5/10/2026).
Menurut Subandi, seluruh fraksi DPRD dalam pandangan umumnya turut menyoroti capaian realisasi pendapatan dan belanja daerah yang dinilai masih perlu ditingkatkan pada sisa waktu tahun anggaran berjalan.
“Nah, termasuk saran dan masukan semua fraksi menyangkut realisasi pendapatan maupun belanja yang masih rendah. Tentu kita mendorong kepada Pemerintah Kota Palangka Raya segera melakukan langkah-langkah konkret untuk melakukan percepatan, baik itu pendapatan secara umum maupun pendapatan asli daerah dan belanja,” ujarnya.
Dia menjelaskan, percepatan tersebut penting dilakukan agar target yang telah ditetapkan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun.
Meski demikian, Subandi menilai capaian realisasi anggaran masih memiliki peluang untuk meningkat signifikan pada triwulan terakhir. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi APBD Kota Palangka Raya umumnya mampu mencapai lebih dari 95 persen menjelang penutupan tahun anggaran.
“Rata-rata tahun-tahun terdahulu itu persentasenya 95 persen lewat, hampir 100 persen,” katanya.
Karena itu, DPRD meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan, termasuk mengoptimalkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Berarti yang perlu mendapat perhatian adalah segera melakukan pelaksanaan dan realisasi, baik itu pencarian PAD maupun belanjanya,” tegas Subandi.
Dia berharap hingga akhir Desember 2026 nanti, target pendapatan maupun belanja yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan dapat terealisasi secara maksimal sehingga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sehingga di akhir Desember nanti 2026, apa yang kita targetkan di Perubahan APBD tentu itu bisa tercapai, baik itu pendapatan maupun belanja bisa tercapai dengan maksimal,” pungkasnya. (adr)


