25.3 C
Jakarta
Thursday, February 12, 2026

Cegah DBD, DPRD Palangka Raya Tekankan Peran Aktif Masyarakat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menegaskan, peran aktif masyarakat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di wilayah rawan seperti kawasan Mendawai.

Hal tersebut disampaikan Arif menanggapi langkah cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu yang melakukan fogging sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait kasus DBD.

Menurut Arif, fogging memang penting sebagai upaya pengendalian, namun tidak akan efektif jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinkes dan puskesmas. Namun perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Diduga Kompor Lupa Dimatikan, Kebakaran Hanguskan Tujuh Kios di Jalan Christopel Mihing

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini  menyebut, kawasan Mendawai merupakan wilayah dengan tingkat risiko DBD yang cukup tinggi, terutama karena masih ditemukannya tumpukan sampah dan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Peran masyarakat sangat krusial. Kalau lingkungan masih kotor, banyak genangan air di barang bekas atau sampah, maka siklus DBD akan terus berulang meskipun dilakukan fogging,” tegas Arif.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan PSN melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, langkah tambahan seperti penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, dan gotong royong membersihkan lingkungan juga dinilai penting.

Baca Juga :  Soal Karhutla, Kebijakan Penanganan Harus Direspon Cepat Pemerintah

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Jika masyarakat aktif menjaga lingkungan, maka angka kasus DBD bisa ditekan,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menegaskan, peran aktif masyarakat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di wilayah rawan seperti kawasan Mendawai.

Hal tersebut disampaikan Arif menanggapi langkah cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu yang melakukan fogging sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait kasus DBD.

Menurut Arif, fogging memang penting sebagai upaya pengendalian, namun tidak akan efektif jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Electronic money exchangers listing

“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinkes dan puskesmas. Namun perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Diduga Kompor Lupa Dimatikan, Kebakaran Hanguskan Tujuh Kios di Jalan Christopel Mihing

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini  menyebut, kawasan Mendawai merupakan wilayah dengan tingkat risiko DBD yang cukup tinggi, terutama karena masih ditemukannya tumpukan sampah dan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Peran masyarakat sangat krusial. Kalau lingkungan masih kotor, banyak genangan air di barang bekas atau sampah, maka siklus DBD akan terus berulang meskipun dilakukan fogging,” tegas Arif.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan PSN melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas.

Selain itu, langkah tambahan seperti penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, dan gotong royong membersihkan lingkungan juga dinilai penting.

Baca Juga :  Soal Karhutla, Kebijakan Penanganan Harus Direspon Cepat Pemerintah

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Jika masyarakat aktif menjaga lingkungan, maka angka kasus DBD bisa ditekan,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/