27.6 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026

Edukasi Diperkuat, Kesadaran Masyarakat Benteng Utama Agar Praktik Pembakaran Lahan Bisa Dicegah

Sihol Parningotan Lumban Gaol

Edukasi Diperkuat, Kesadaran Masyarakat Benteng Utama Agar Praktik Pembakaran Lahan Bisa Dicegah

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menegaskan peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah paling krusial dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul penetapan status Siaga Darurat Karhutla di wilayah tersebut.

Legislator menilai, perubahan pola cuaca yang mulai mengering meski masih diselingi hujan di sejumlah kawasan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama apabila tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, menekankan upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan lahan.

Baca Juga :  Manfaatkan Semua Peluang Agar DBH Maksimal, Terutama Sawit, Mineral dan Batu Bara

“Edukasi harus terus diperkuat. Kesadaran masyarakat menjadi benteng utama agar praktik pembakaran lahan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya, Kamis (29/1).

Electronic money exchangers listing

Ia mengingatkan, kondisi cuaca seperti saat ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuka lahan dengan cara dibakar karena dianggap lebih cepat dan murah. Padahal, metode tersebut menyimpan risiko besar dan dapat memicu kebakaran meluas yang sulit dikendalikan.

“Sekali api lepas kendali, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Gaol menilai, penetapan status siaga darurat tidak boleh berhenti sebatas keputusan administratif. Menurutnya, status tersebut harus diiringi dengan langkah konkret di lapangan, terutama melalui sosialisasi intensif dan berkelanjutan oleh seluruh unsur yang tergabung dalam komando penanganan Karhutla.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Kondisi Jalan Sawit Raya Kini Menjadi Lokasi Penumpukan Sampah

Selain aspek pencegahan, DPRD Kotim juga menyoroti kesiapan teknis pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait memastikan kesiapan armada, peralatan pemadaman, serta personel.

“Semua peralatan harus dipastikan siap pakai. Jangan sampai ketika kejadian muncul, justru terkendala alat atau personel,” katanya.

Tak kalah penting, Gaol juga mengingatkan perlunya pengecekan sumber air, termasuk sumur bor yang telah dibangun di sejumlah titik rawan kebakaran. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan Karhutla di lapangan.

“Antisipasi harus dilakukan sejak dini. Apalagi, potensi kemarau panjang diperkirakan mulai masuk sekitar Bulan Mei. Kesiapsiagaan tidak boleh musiman, tetapi harus berkelanjutan,” pungkasnya. (bah/ans/kpg)

Sihol Parningotan Lumban Gaol

Edukasi Diperkuat, Kesadaran Masyarakat Benteng Utama Agar Praktik Pembakaran Lahan Bisa Dicegah

 

Electronic money exchangers listing

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menegaskan peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah paling krusial dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul penetapan status Siaga Darurat Karhutla di wilayah tersebut.

Legislator menilai, perubahan pola cuaca yang mulai mengering meski masih diselingi hujan di sejumlah kawasan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama apabila tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, menekankan upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan lahan.

Baca Juga :  Manfaatkan Semua Peluang Agar DBH Maksimal, Terutama Sawit, Mineral dan Batu Bara

“Edukasi harus terus diperkuat. Kesadaran masyarakat menjadi benteng utama agar praktik pembakaran lahan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya, Kamis (29/1).

Ia mengingatkan, kondisi cuaca seperti saat ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuka lahan dengan cara dibakar karena dianggap lebih cepat dan murah. Padahal, metode tersebut menyimpan risiko besar dan dapat memicu kebakaran meluas yang sulit dikendalikan.

“Sekali api lepas kendali, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Gaol menilai, penetapan status siaga darurat tidak boleh berhenti sebatas keputusan administratif. Menurutnya, status tersebut harus diiringi dengan langkah konkret di lapangan, terutama melalui sosialisasi intensif dan berkelanjutan oleh seluruh unsur yang tergabung dalam komando penanganan Karhutla.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Kondisi Jalan Sawit Raya Kini Menjadi Lokasi Penumpukan Sampah

Selain aspek pencegahan, DPRD Kotim juga menyoroti kesiapan teknis pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait memastikan kesiapan armada, peralatan pemadaman, serta personel.

“Semua peralatan harus dipastikan siap pakai. Jangan sampai ketika kejadian muncul, justru terkendala alat atau personel,” katanya.

Tak kalah penting, Gaol juga mengingatkan perlunya pengecekan sumber air, termasuk sumur bor yang telah dibangun di sejumlah titik rawan kebakaran. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan Karhutla di lapangan.

“Antisipasi harus dilakukan sejak dini. Apalagi, potensi kemarau panjang diperkirakan mulai masuk sekitar Bulan Mei. Kesiapsiagaan tidak boleh musiman, tetapi harus berkelanjutan,” pungkasnya. (bah/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/