32.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Legislator Ini Minta Masyarakat di Kotim Tetap Patuhi Prokes

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim) Dra Rinie mengatakan pasien positif Covid-19 di Kotim terus meningkat.
Jangan sampai beranjak naik seperti di Palangka Raya. Dirinya mengimbau kepada
seluruh warga masyarakat Kabupaten Kotim jangan pernah bosan untuk mematuhi
protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah daerah ataupun pusat.

 

“Kalau
bukan dari diri kita masing-masing yang menjaga diri dan keluarga bahkan orang
lain lalu siapa lagi, maka dari itu saya berharap masyarakat Kabupaten Kotim
tidak bosan dengan segala aturan protokol kesehatan baik itu menjaga jarak,
pakai masker, mencuci tangan dan menjaga kesehatan dengan makanan yang
bergizi  serta berolah raga,”
ujarnya, Selasa (22/9).

 

Menurut
Rinie, kasus pasien positif dalam bulan ini terus meningkat hingga mencapai
ratusan pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani
Sampit ataupun di klinik Covid-19 Islamic Center. Dan saat ini pemerintah
daerah kembali menambah ruang isolasi.

Baca Juga :  Perlu Ditangani dan Disikapi Serius Soal Keberadaan Gepeng di Kotim

 

“Yang
saat ini kita kwatirkan adalah orang tanpa gejala (OTG) itu tidak mudah
terdeteksi sehingga mudah menularkan ke orang lain, maka dari itu hindari
kerumunan massa agar kita terhindar dari virus yang mematikan itu,”
ucapnya.

 

Politisi
Partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan grafik persebaran Covid-19 di
Indonesia termasuk di Kabupaten Kotim menunjukkan peningkatan pasca
dikeluarkannya kebijakan pelonggaran. Karena banyak yang salah mengartikan
kebijakan tersebut dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan.

 

“Pelonggaran
dikeluarkan pemerintah guna mendorong pertumbuhan perekonomian yang sedang
terpuruk akibat terjadinya pandemi Covid-19, tetapi dengan adanya kebijakan itu
bukan berarti kita sudah terbebas dari Covid-19 dan tidak mematuhi protokol
kesehatan,” jelas Rinie.

Baca Juga :  Penambahan Rute Penerbangan Tingkatkan PAD dan Mempermudah Masyarakat

 

Dirinya
juga menambahakan untuk memutus persebaran Covid-19 didaerah ini, dirinya
juga  mengajak tokoh agama dan tokoh
masyarakat agar saling gotong-royong terus menerus dalam memberikan pemahaman
guna menimbulkan kesadaran bagi warganya dalam mematuhi anjuran pemerintah.

 

“Bagaimanapun
ujung tombak dari penanganan Covid-19 adalah kepada masing-masing diri pribadi,
kemudian ketua RT, para tokoh agama dan masyarakat, lurah dan camat. Sebab itu
pentingnya saling menjaga dan memantau bukan mencurigai,” tegasnya.

Dirinya
juga berharap di akhir tahun ini, Kabupaten Kotim sudah bebas dari wabah
Covid-19 supaya anggaran daerah ini dapat difokuskan untuk pembangunan.

 

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim) Dra Rinie mengatakan pasien positif Covid-19 di Kotim terus meningkat.
Jangan sampai beranjak naik seperti di Palangka Raya. Dirinya mengimbau kepada
seluruh warga masyarakat Kabupaten Kotim jangan pernah bosan untuk mematuhi
protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah daerah ataupun pusat.

 

“Kalau
bukan dari diri kita masing-masing yang menjaga diri dan keluarga bahkan orang
lain lalu siapa lagi, maka dari itu saya berharap masyarakat Kabupaten Kotim
tidak bosan dengan segala aturan protokol kesehatan baik itu menjaga jarak,
pakai masker, mencuci tangan dan menjaga kesehatan dengan makanan yang
bergizi  serta berolah raga,”
ujarnya, Selasa (22/9).

 

Menurut
Rinie, kasus pasien positif dalam bulan ini terus meningkat hingga mencapai
ratusan pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani
Sampit ataupun di klinik Covid-19 Islamic Center. Dan saat ini pemerintah
daerah kembali menambah ruang isolasi.

Baca Juga :  Perlu Ditangani dan Disikapi Serius Soal Keberadaan Gepeng di Kotim

 

“Yang
saat ini kita kwatirkan adalah orang tanpa gejala (OTG) itu tidak mudah
terdeteksi sehingga mudah menularkan ke orang lain, maka dari itu hindari
kerumunan massa agar kita terhindar dari virus yang mematikan itu,”
ucapnya.

 

Politisi
Partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan grafik persebaran Covid-19 di
Indonesia termasuk di Kabupaten Kotim menunjukkan peningkatan pasca
dikeluarkannya kebijakan pelonggaran. Karena banyak yang salah mengartikan
kebijakan tersebut dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan.

 

“Pelonggaran
dikeluarkan pemerintah guna mendorong pertumbuhan perekonomian yang sedang
terpuruk akibat terjadinya pandemi Covid-19, tetapi dengan adanya kebijakan itu
bukan berarti kita sudah terbebas dari Covid-19 dan tidak mematuhi protokol
kesehatan,” jelas Rinie.

Baca Juga :  Penambahan Rute Penerbangan Tingkatkan PAD dan Mempermudah Masyarakat

 

Dirinya
juga menambahakan untuk memutus persebaran Covid-19 didaerah ini, dirinya
juga  mengajak tokoh agama dan tokoh
masyarakat agar saling gotong-royong terus menerus dalam memberikan pemahaman
guna menimbulkan kesadaran bagi warganya dalam mematuhi anjuran pemerintah.

 

“Bagaimanapun
ujung tombak dari penanganan Covid-19 adalah kepada masing-masing diri pribadi,
kemudian ketua RT, para tokoh agama dan masyarakat, lurah dan camat. Sebab itu
pentingnya saling menjaga dan memantau bukan mencurigai,” tegasnya.

Dirinya
juga berharap di akhir tahun ini, Kabupaten Kotim sudah bebas dari wabah
Covid-19 supaya anggaran daerah ini dapat difokuskan untuk pembangunan.

 

Terpopuler

Artikel Terbaru