30.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Masyarakat Merasa Resah Rencana Dibukanya Alfamart dan Indomaret

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Sekertaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia meminta kepada kepala desa atau camat yang mempunyai wilayah jangan cepat-cepat  memberikan rekomendasi terhadap mini market seperti Alfamart dan Indomaret yang akan beroperasi di wilayahnya. Jangan hanya memikirkan kemajuan wilayah saja dengan adanya mini market itu, tetapi pikirkan juga dampaknya terhadap para pedagang kecil di daerahnya.

“Kami juga meminta kepada pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait pemberian izin juga harus dapat memahami terlebih dahulu efek negatifnya bagi masyarakat sekitar, apalagi saat ini perekomian masyarakat baru tumbuh setelah pandemi Covid-19 yang melanda daerah ini, maka hal ini harus dipikirkan sebelum adanya pemberian izin,” kata Hendra Sia, Selasa (18/1).

Baca Juga :  Budi Daya Perikanan dan Peternakan Sangat Potensial

Dirinya mendapat informasi akan di bukanya mini market seperti Alfamart dan Indomaret di sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim khususnya di wilayah utara, karena mulai menuai protes dari masyarakat, terutama para pedagang kecil yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat di wilayah utara merasa resah dengan adanya rencana dibukanya Alfamart dan Indomaret di wilayah kecamatan yang saat ini belum ada mini market tersebut, merekahg khawatir karena persaingan yang begitu kuat sehingga masayarakat khususnya pedagang kecil merasa dimatikan,” ujar Hendra Sia.

Politisi Partai Perindo ini juga mendorong pemerintah Kabupaten Kotim untuk benar-benar memperhatikan dampak ekonomi untuk warung-warung masyarakat sekitar dengan adanya minimarket tersebut, karena bisa menyebabkan tergesernya usaha masyarakat di wilayah itu.

Baca Juga :  Dewan Minta Evaluasi Jumlah Penduduk di Dapil V

“Pemerintah harus melindungi pedagang kecil, bukan sebaliknya akan mematikan para pedagang kecil yang hanya mengandalkan kebutuhan makan dan biaya anak-anak sekolah dari hasil jualan mereka yang hanya kecil-kecilan, maka dari itu kami minta pemerintah daerah harus memikirkan masyarakat,”imbuhnya.(bah)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Sekertaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia meminta kepada kepala desa atau camat yang mempunyai wilayah jangan cepat-cepat  memberikan rekomendasi terhadap mini market seperti Alfamart dan Indomaret yang akan beroperasi di wilayahnya. Jangan hanya memikirkan kemajuan wilayah saja dengan adanya mini market itu, tetapi pikirkan juga dampaknya terhadap para pedagang kecil di daerahnya.

“Kami juga meminta kepada pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait pemberian izin juga harus dapat memahami terlebih dahulu efek negatifnya bagi masyarakat sekitar, apalagi saat ini perekomian masyarakat baru tumbuh setelah pandemi Covid-19 yang melanda daerah ini, maka hal ini harus dipikirkan sebelum adanya pemberian izin,” kata Hendra Sia, Selasa (18/1).

Baca Juga :  Budi Daya Perikanan dan Peternakan Sangat Potensial

Dirinya mendapat informasi akan di bukanya mini market seperti Alfamart dan Indomaret di sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim khususnya di wilayah utara, karena mulai menuai protes dari masyarakat, terutama para pedagang kecil yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat di wilayah utara merasa resah dengan adanya rencana dibukanya Alfamart dan Indomaret di wilayah kecamatan yang saat ini belum ada mini market tersebut, merekahg khawatir karena persaingan yang begitu kuat sehingga masayarakat khususnya pedagang kecil merasa dimatikan,” ujar Hendra Sia.

Politisi Partai Perindo ini juga mendorong pemerintah Kabupaten Kotim untuk benar-benar memperhatikan dampak ekonomi untuk warung-warung masyarakat sekitar dengan adanya minimarket tersebut, karena bisa menyebabkan tergesernya usaha masyarakat di wilayah itu.

Baca Juga :  Dewan Minta Evaluasi Jumlah Penduduk di Dapil V

“Pemerintah harus melindungi pedagang kecil, bukan sebaliknya akan mematikan para pedagang kecil yang hanya mengandalkan kebutuhan makan dan biaya anak-anak sekolah dari hasil jualan mereka yang hanya kecil-kecilan, maka dari itu kami minta pemerintah daerah harus memikirkan masyarakat,”imbuhnya.(bah)

Terpopuler

Artikel Terbaru