MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian pekat di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Utara memicu kekhawatiran serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menghindari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Langkah antisipatif ini, sejalan dengan Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/399/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Payung hukum tersebut, secara tegas menginstruksikan seluruh instansi terkait dan elemen masyarakat agar bersiaga penuh menghadapi ancaman titik api serta memburuknya kualitas udara.
Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli SP MM memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan warga. Ia menekankan, pembatasan aktivitas di luar ruangan merupakan langkah krusial, untuk meminimalisasi paparan langsung partikel berbahaya dari kabut asap.
“Kami meminta seluruh masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Kondisi udara saat ini sangat tidak bersahabat dan berisiko tinggi merusak kesehatan pernapasan kita,” ujar Henny, Kamis (17/9).
Lebih lanjut, srikandi dewan yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Barito Utara ini menyoroti, sejumlah agenda keramaian massal yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Ia mendukung, penuh langkah penundaan berbagai event publik hingga kualitas udara kembali membaik dan situasi dinyatakan benar-benar aman oleh pihak berwenang.
“Sebaiknya event-event yang rencananya akan diselenggarakan ditunda terlebih dahulu sampai kabut asap terkondisikan, sesuai arahan Surat Keputusan Bupati. Saat ini, kesehatan dan keselamatan masyarakat mutlak harus diletakkan di atas segalanya,” tegasnya.
Di lapangan, tim gabungan lintas sektoral yang terdiri dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau. Sinergi ini diharapkan mampu menekan laju kebakaran lahan sekaligus meminimalisasi dampak buruk polusi terhadap roda sosial ekonomi masyarakat. Menutup keterangannya, Henny kembali mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap protokol kesehatan.
“Gunakanlah masker apabila terpaksa harus keluar rumah, dan segera datangi fasilitas kesehatan terdekat jika mulai mengalami keluhan pernapasan,” pungkasnya. (bn/kpg)


