MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Pelatihan ESQ Leadership gelombang kedua bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Barito Utara. Mendapatkan apresiasi dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Batara, H. Al Hadi, menilai program ini sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dalam menghadapi dinamika perubahan.
Politisi PKB itu menyebutkan, pembangunan kepercayaan diri dan kecerdasan emosional merupakan kebutuhan mendesak bagi birokrasi.
“ASN yang memiliki kematangan emosi dan keyakinan diri akan lebih adaptif, inovatif, serta mampu membangun komunikasi efektif dengan masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/1).
Al Hadi menekankan pentingnya sinergi holistik antara IQ, EQ, dan SQ. Menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjawab kompleksitas tugas pemerintahan dan pelayanan publik saat ini. Ketangguhan mental dan landasan spiritual dinilai sebagai pelengkap vital.
Dia juga mengaitkan langsung manfaat pelatihan tersebut dengan program prioritas daerah. Implementasi inisiatif seperti “GASPOL 11.12” disebut memerlukan eksekutor yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak dalam bertindak.
“Pelatihan semacam ini adalah investasi modal sosial yang sangat berharga. Nilainya akan terlihat dalam akselerasi dan kualitas pelaksanaan pembangunan hingga ke tingkat desa,” jelas Al Hadi.
Dukungan dari DPRD ini memperkuat pesan bahwa peningkatan kapasitas soft skill ASN dianggap sebagai pengungkit utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berintegritas ke depannya. (ren)
MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Pelatihan ESQ Leadership gelombang kedua bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Barito Utara. Mendapatkan apresiasi dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Batara, H. Al Hadi, menilai program ini sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dalam menghadapi dinamika perubahan.
Politisi PKB itu menyebutkan, pembangunan kepercayaan diri dan kecerdasan emosional merupakan kebutuhan mendesak bagi birokrasi.
“ASN yang memiliki kematangan emosi dan keyakinan diri akan lebih adaptif, inovatif, serta mampu membangun komunikasi efektif dengan masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/1).
Al Hadi menekankan pentingnya sinergi holistik antara IQ, EQ, dan SQ. Menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjawab kompleksitas tugas pemerintahan dan pelayanan publik saat ini. Ketangguhan mental dan landasan spiritual dinilai sebagai pelengkap vital.
Dia juga mengaitkan langsung manfaat pelatihan tersebut dengan program prioritas daerah. Implementasi inisiatif seperti “GASPOL 11.12” disebut memerlukan eksekutor yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak dalam bertindak.
“Pelatihan semacam ini adalah investasi modal sosial yang sangat berharga. Nilainya akan terlihat dalam akselerasi dan kualitas pelaksanaan pembangunan hingga ke tingkat desa,” jelas Al Hadi.
Dukungan dari DPRD ini memperkuat pesan bahwa peningkatan kapasitas soft skill ASN dianggap sebagai pengungkit utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berintegritas ke depannya. (ren)