MEMASUKI pertengahan Ramadan, ritme ibadah mulai menemukan pola yang lebih stabil. Di fase ini, tarawih tetap menjadi salah satu amalan malam yang dijaga pelaksanaannya oleh umat Islam.
Dalam kitab Durrotun Nasihin, disebutkan adanya fadhilah khusus pada pelaksanaan tarawih malam ke-13.
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya: “Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.”
Perumpamaan tersebut menggambarkan keterkaitan antara konsistensi ibadah malam dengan harapan perlindungan di hari akhir. Dalam pemahaman keagamaan, hari kiamat identik dengan situasi penuh kegelisahan dan ketidakpastian.
Fadhilah yang disematkan pada tarawih malam ke-13 dipahami sebagai simbol rasa aman yang dikaitkan dengan kesungguhan menjalankan ibadah. Rasa aman tersebut merujuk pada keselamatan dari berbagai keburukan yang mungkin dihadapi pada hari perhitungan. (fid/fir/jpg)

