Aksi GPG Berlanjut, Bangkai Ayam Ditumpahkan di Depan Kantor PLN Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gelombang protes terhadap pemadaman listrik bergilir kembali mengguncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026).

Massa yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menumpahkan bangkai ayam di depan gerbang kantor sebagai simbol kerugian yang dialami peternak akibat pemadaman listrik, sekaligus mendesak manajemen PLN memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Para demonstran mempertanyakan alasan di balik pemutusan arus tersebut dan mendesak pihak PLN untuk memberikan layanan kelistrikan yang lebih andal, transparan, serta berkeadilan.

Pasalnya, pemadaman yang terjadi telah melumpuhkan berbagai sektor usaha masyarakat setempat yang sangat mengandalkan pasokan listrik.

Kekecewaan massa semakin memuncak ketika desakan mereka untuk berdialog langsung dengan pimpinan manajemen PLN tak kunjung terpenuhi.

Baca Juga :  5 Hari Hilang di Laut Seruyan, ABK KM Triton 28 Ditemukan Meninggal

Sebagai bentuk protes keras, para demonstran nekat menumpahkan sejumlah bangkai ayam tepat di depan gerbang kantor PLN UP3 Palangka Raya.

Diketahui, tumpukan bangkai tersebut merupakan milik Satrio, seorang peternak ayam lokal yang harus menelan pil pahit akibat mati lampu. Ayam-ayam di peternakannya mati sehingga ia menderita kerugian yang tidak sedikit.

Electronic money exchangers listing

Ia pun menuntut manajemen PLN untuk segera memberikan penjelasan terkait kompensasi atau pertanggungjawaban atas kejadian ini.

“Apa tanggungjawabnya, ini kerugian,” ujarnya.

Hingga saat ini, konsentrasi massa masih bertahan di lokasi demonstrasi sambil terus mendesak agar pimpinan PLN bersedia keluar menemui mereka. Namun, sejauh ini pihak yang berhadapan dengan massa aksi hanyalah aparat kepolisian yang bersiaga beserta perwakilan dari serikat pekerja PLN. (her)

Baca Juga :  Kunker ke Kalteng, Panglima TNI Terima Gelar Kehormatan Adat Dayak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gelombang protes terhadap pemadaman listrik bergilir kembali mengguncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026).

Massa yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menumpahkan bangkai ayam di depan gerbang kantor sebagai simbol kerugian yang dialami peternak akibat pemadaman listrik, sekaligus mendesak manajemen PLN memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Para demonstran mempertanyakan alasan di balik pemutusan arus tersebut dan mendesak pihak PLN untuk memberikan layanan kelistrikan yang lebih andal, transparan, serta berkeadilan.

Electronic money exchangers listing

Pasalnya, pemadaman yang terjadi telah melumpuhkan berbagai sektor usaha masyarakat setempat yang sangat mengandalkan pasokan listrik.

Kekecewaan massa semakin memuncak ketika desakan mereka untuk berdialog langsung dengan pimpinan manajemen PLN tak kunjung terpenuhi.

Baca Juga :  5 Hari Hilang di Laut Seruyan, ABK KM Triton 28 Ditemukan Meninggal

Sebagai bentuk protes keras, para demonstran nekat menumpahkan sejumlah bangkai ayam tepat di depan gerbang kantor PLN UP3 Palangka Raya.

Diketahui, tumpukan bangkai tersebut merupakan milik Satrio, seorang peternak ayam lokal yang harus menelan pil pahit akibat mati lampu. Ayam-ayam di peternakannya mati sehingga ia menderita kerugian yang tidak sedikit.

Ia pun menuntut manajemen PLN untuk segera memberikan penjelasan terkait kompensasi atau pertanggungjawaban atas kejadian ini.

“Apa tanggungjawabnya, ini kerugian,” ujarnya.

Hingga saat ini, konsentrasi massa masih bertahan di lokasi demonstrasi sambil terus mendesak agar pimpinan PLN bersedia keluar menemui mereka. Namun, sejauh ini pihak yang berhadapan dengan massa aksi hanyalah aparat kepolisian yang bersiaga beserta perwakilan dari serikat pekerja PLN. (her)

Baca Juga :  Kunker ke Kalteng, Panglima TNI Terima Gelar Kehormatan Adat Dayak

Terpopuler

Artikel Terbaru