PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 11 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Palangka Raya dalam sehari, Rabu (22/7/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 5,23 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan kejadian karhutla tersebar di enam kelurahan, yakni Bukit Tunggal, Sabaru, Kalampangan, Bereng Bengkel, Marang, dan Petuk Katimpun.
“Secara umum sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan dan masih dilakukan pemantauan agar tidak muncul titik api kembali. Namun, ada satu lokasi yang penanganannya dilanjutkan karena kondisi di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, lokasi yang masih dalam proses penanganan berada di Jalan Robetson Dese, Kelurahan Petuk Katimpun, dengan luas lahan terbakar sekitar 4,74 hektare. Sementara titik lainnya telah berhasil dipadamkan, termasuk di Jalan Karanggan Hasanka Titik 2, Kelurahan Bereng Bengkel seluas 0,36 hektare dan Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, depan Agro Wisata Larosa seluas 0,13 hektare.
Heri menambahkan, selama proses penanganan, BPBD bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman dan pembasahan lahan, patroli di wilayah rawan karhutla, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Untuk sementara tidak ada korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian karhutla. Kami terus mengintensifkan patroli dan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api,” tegasnya.
BPBD Kota Palangka Raya berharap partisipasi masyarakat dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran, mengingat kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla. (jef)

