PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 3 Palangka Raya tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan pembekalan yang berbeda. Selain mengenal lingkungan sekolah, ratusan peserta didik baru mendapat edukasi penanggulangan kebakaran dan penanganan hewan reptil liar dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya di sekolah setempat pada Rabu (15/7/2026).
Plt Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit mengatakan materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang api, penyebab kebakaran, hingga langkah awal penanganannya.
“Petugas juga memperagakan cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta peralatan tradisional yang mudah ditemukan di sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kabid Pencegahan Disdamkarmat, Agnes, menyebutkan delapan personel diterjunkan untuk memberikan edukasi secara langsung agar materi lebih mudah dipahami para siswa.
“Selain pencegahan kebakaran, siswa juga mendapat sosialisasi penanganan hewan reptil liar agar mengetahui langkah yang aman saat berhadapan dengan satwa tersebut,” ungkapnya.
Menurut Agnes, pembekalan sejak dini penting agar para pelajar memiliki pengetahuan dasar menghadapi situasi darurat, sehingga mampu bertindak tepat dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran atau menemukan satwa liar di lingkungan sekitar. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 3 Palangka Raya tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan pembekalan yang berbeda. Selain mengenal lingkungan sekolah, ratusan peserta didik baru mendapat edukasi penanggulangan kebakaran dan penanganan hewan reptil liar dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya di sekolah setempat pada Rabu (15/7/2026).
Plt Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit mengatakan materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang api, penyebab kebakaran, hingga langkah awal penanganannya.
“Petugas juga memperagakan cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta peralatan tradisional yang mudah ditemukan di sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kabid Pencegahan Disdamkarmat, Agnes, menyebutkan delapan personel diterjunkan untuk memberikan edukasi secara langsung agar materi lebih mudah dipahami para siswa.
“Selain pencegahan kebakaran, siswa juga mendapat sosialisasi penanganan hewan reptil liar agar mengetahui langkah yang aman saat berhadapan dengan satwa tersebut,” ungkapnya.
Menurut Agnes, pembekalan sejak dini penting agar para pelajar memiliki pengetahuan dasar menghadapi situasi darurat, sehingga mampu bertindak tepat dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran atau menemukan satwa liar di lingkungan sekitar. (jef)