PROKALTENG.CO–Â Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat drastis setelah muncul harapan perdamaian. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan militer AS di lima negara Teluk pada Minggu (12/7) waktus setempat sebagai balasan atas serangan Washington terhadap Iran.
Serangan yang diklaim dilakukan Iran disebut menyasar fasilitas militer dan logistik AS di Yordania, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Klaim tersebut disampaikan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC, di tengah memanasnya konflik setelah saling serang antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Secara terpisah, IRGC juga menyatakan pada Minggu bahwa mereka menyerang fasilitas logistik angkatan laut Amerika Serikat serta platform pengisian bahan bakar kapal induk di Pelabuhan Duqm, Oman. Serangan itu disebut sebagai aksi balasan langsung atas operasi militer AS terhadap Iran.
Eskalasi tersebut terjadi hanya sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran dalam sepekan. Washington menuduh IRGC berada di balik serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus M/V GFS Galaxy yang sedang melintas di Selat Hormuz.
Trump Beri Tenggat Waktu Negosiasi
Di tengah meningkatnya konfrontasi militer, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Menurut laporan Associated Press yang mengutip sejumlah pejabat AS, Trump memberikan waktu terbatas kepada tim perunding Amerika untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Para pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump telah menyiapkan berbagai opsi apabila perundingan gagal membuahkan hasil.
Mojtaba Khamenei Tegaskan Pembalasan Pasti Dilakukan
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali menegaskan sikap keras Teheran menyusul tewasnya sang ayah dalam serangan udara pada 28 Februari lalu.
Dalam pesannya sehari sebelumnya, Mojtaba Khamenei menyebut bahwa pembalasan atas kematian ayahnya merupakan ‘tuntutan nasional’.
“Pembalasan itu adalah tuntutan nasional dan pasti akan dilakukan,” tegas Mojtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat sinyal bahwa Iran belum akan menghentikan aksi balasan terhadap Amerika Serikat.
Di sisi lain, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Ia mengklaim telah menyiapkan 1.000 rudal Amerika Serikat yang diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lainnya siap digunakan apabila diperlukan.
Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan dalam skala besar jika mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.(jpg)


