Dua Kandidat Rektor UPR Adu Gagasan! Bhayu Soroti Afirmasi, Liswara Fokus Riset

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin dinamis. Pada hari terakhir Sosialisasi Visi Misi Bakal Calon Rektor UPR di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (1/7/2026), dua kandidat, yakni Prof. Bhayu Rhama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Prof. Liswara Neneng dari FMIPA, memaparkan gagasan dan program strategis mereka untuk memajukan UPR.

Bakal Calon Rektor dari FISIP, Prof. Bhayu Rhama, menitikberatkan gagasannya pada pentingnya kebijakan afirmasi bagi putra-putri daerah Kalimantan Tengah dalam penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, kesempatan bagi masyarakat Kalteng untuk mengakses pendidikan tinggi perlu mendapat perhatian lebih.

“Afirmasi untuk mahasiswa baru, khususnya mungkin dari masyarakat Kalteng yang tidak bisa tertampung, itu sebaiknya kita alokasikan, kita masukkan ke prodi-prodi di MIPA,” ujar Prof. Bhayu.

Ia menegaskan, pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga membentuk pola pikir dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Sekali lagi karena saya mengharapkan bahwa kita mendorong mahasiswa kuliah bukan untuk cari nilai, tapi membentuk pola pikir mereka,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Bhayu mengkritik masih adanya persoalan infrastruktur dasar yang dinilai menghambat aktivitas akademik, terutama terkait pasokan listrik dan jaringan internet.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Mobil Avanza Kabur Setelah Menabrak Sepeda Motor

“Kelemahan mendasar bagi kita itu adalah kendala listrik dan internet. Internet tidak akan bisa ada ketika listriknya kurang. Peralatan laboratorium tidak akan berfungsi maksimal ketika listriknya tidak ada,” paparnya.

Electronic money exchangers listing

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kebijakan dan pelayanan universitas harus berorientasi pada kepentingan mahasiswa sebagai tujuan utama berdirinya perguruan tinggi.

“Tujuan universitas berdiri yaitu adalah untuk mahasiswa. Mahasiswa masuk, mahasiswa berproses, mahasiswa menjadi alumni, mereka bisa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di luar,” tambahnya.

Sementara itu, Bakal Calon Rektor dari FMIPA, Prof. Liswara Neneng, lebih menonjolkan penguatan riset melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Ia mengawali pemaparannya dengan menyampaikan optimisme terhadap potensi sumber daya manusia di FMIPA yang didominasi dosen-dosen muda dan produktif.

“Fakultas MIPA ini memiliki banyak kelebihan, ya, terutama dari aspek sumber daya manusia dosennya. Dosennya masih muda, tapi mereka itu sangat produktif,” ungkap Prof. Liswara.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan pada aspek sarana dan prasarana serta komposisi sumber daya manusia yang menjadi syarat penting bagi program studi untuk meraih akreditasi unggul.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FKIP UPR Gelar Pelatihan Interaktif Bagi Guru

“Kelemahan utamanya di sistem sarana prasarana, lalu yang ketiga kelemahan di SDM. Karena untuk program studi unggul itu harus ada proporsinya, jumlah doktornya berapa, guru besarnya berapa,” urainya rinci.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Liswara berkomitmen menjadikan peningkatan kualitas sarana dan prasarana, khususnya yang mendukung kegiatan riset, sebagai salah satu prioritas apabila dipercaya memimpin UPR.

“Saya menjanjikan bahwa perbaikan kualitas sarana prasarana, terutama untuk mendukung riset, itu harus menjadi bagian prioritas,” janjinya dengan lugas.

Selain itu, ia menargetkan lulusan UPR memiliki daya saing tinggi sehingga dapat terserap di dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan setelah lulus.

“Bagaimana kita bisa memberikan peluang sebesar mungkin bagi para mahasiswa ini setelah lulus maksimal 6 bulan dia diterima di dunia kerja,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Prof. Liswara juga memastikan akan memperluas peluang beasiswa bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif melalui kerja sama dengan memanfaatkan program CSR perusahaan-perusahaan di Kalimantan Tengah.

“Kita akan memperluas peluang perolehan beasiswa… itu yang kita gunakan kerja sama dengan memanfaatkan CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kalteng,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin dinamis. Pada hari terakhir Sosialisasi Visi Misi Bakal Calon Rektor UPR di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (1/7/2026), dua kandidat, yakni Prof. Bhayu Rhama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Prof. Liswara Neneng dari FMIPA, memaparkan gagasan dan program strategis mereka untuk memajukan UPR.

Bakal Calon Rektor dari FISIP, Prof. Bhayu Rhama, menitikberatkan gagasannya pada pentingnya kebijakan afirmasi bagi putra-putri daerah Kalimantan Tengah dalam penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, kesempatan bagi masyarakat Kalteng untuk mengakses pendidikan tinggi perlu mendapat perhatian lebih.

“Afirmasi untuk mahasiswa baru, khususnya mungkin dari masyarakat Kalteng yang tidak bisa tertampung, itu sebaiknya kita alokasikan, kita masukkan ke prodi-prodi di MIPA,” ujar Prof. Bhayu.

Electronic money exchangers listing

Ia menegaskan, pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga membentuk pola pikir dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Sekali lagi karena saya mengharapkan bahwa kita mendorong mahasiswa kuliah bukan untuk cari nilai, tapi membentuk pola pikir mereka,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Bhayu mengkritik masih adanya persoalan infrastruktur dasar yang dinilai menghambat aktivitas akademik, terutama terkait pasokan listrik dan jaringan internet.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Mobil Avanza Kabur Setelah Menabrak Sepeda Motor

“Kelemahan mendasar bagi kita itu adalah kendala listrik dan internet. Internet tidak akan bisa ada ketika listriknya kurang. Peralatan laboratorium tidak akan berfungsi maksimal ketika listriknya tidak ada,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kebijakan dan pelayanan universitas harus berorientasi pada kepentingan mahasiswa sebagai tujuan utama berdirinya perguruan tinggi.

“Tujuan universitas berdiri yaitu adalah untuk mahasiswa. Mahasiswa masuk, mahasiswa berproses, mahasiswa menjadi alumni, mereka bisa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di luar,” tambahnya.

Sementara itu, Bakal Calon Rektor dari FMIPA, Prof. Liswara Neneng, lebih menonjolkan penguatan riset melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Ia mengawali pemaparannya dengan menyampaikan optimisme terhadap potensi sumber daya manusia di FMIPA yang didominasi dosen-dosen muda dan produktif.

“Fakultas MIPA ini memiliki banyak kelebihan, ya, terutama dari aspek sumber daya manusia dosennya. Dosennya masih muda, tapi mereka itu sangat produktif,” ungkap Prof. Liswara.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan pada aspek sarana dan prasarana serta komposisi sumber daya manusia yang menjadi syarat penting bagi program studi untuk meraih akreditasi unggul.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FKIP UPR Gelar Pelatihan Interaktif Bagi Guru

“Kelemahan utamanya di sistem sarana prasarana, lalu yang ketiga kelemahan di SDM. Karena untuk program studi unggul itu harus ada proporsinya, jumlah doktornya berapa, guru besarnya berapa,” urainya rinci.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Liswara berkomitmen menjadikan peningkatan kualitas sarana dan prasarana, khususnya yang mendukung kegiatan riset, sebagai salah satu prioritas apabila dipercaya memimpin UPR.

“Saya menjanjikan bahwa perbaikan kualitas sarana prasarana, terutama untuk mendukung riset, itu harus menjadi bagian prioritas,” janjinya dengan lugas.

Selain itu, ia menargetkan lulusan UPR memiliki daya saing tinggi sehingga dapat terserap di dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan setelah lulus.

“Bagaimana kita bisa memberikan peluang sebesar mungkin bagi para mahasiswa ini setelah lulus maksimal 6 bulan dia diterima di dunia kerja,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Prof. Liswara juga memastikan akan memperluas peluang beasiswa bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif melalui kerja sama dengan memanfaatkan program CSR perusahaan-perusahaan di Kalimantan Tengah.

“Kita akan memperluas peluang perolehan beasiswa… itu yang kita gunakan kerja sama dengan memanfaatkan CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kalteng,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru