PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab, dampak, dan perkiraan berakhirnya gangguan listrik.
“Kita juga banyak ditanyakan, dikeluhkan oleh masyarakat. Kita tidak bisa menjawab secara pasti. Jadi kami berharap PLN bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Kota Palangka Raya, supaya tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujar Fairid, Selasa (30/6/2026).
Dia juga menyebut fluktuasi tegangan listrik turut berdampak pada fasilitas umum, termasuk lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan hingga kerusakan.
“Naik turun voltase ini membuat PJU kami banyak yang jeglek, ada yang mati, ada juga yang reset ulang. Bahkan ada yang rusak,” tambahnya.
Orang nomor satu di Palangka Raya ini berharap PLN tidak hanya menjelaskan penyebab pemadaman, tetapi juga dampak yang ditimbulkan serta perkiraan durasi gangguan tersebut agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi.
“Kalau bisa dijelaskan juga kenapa terjadi, dampaknya apa, dan sampai kapan kemungkinan kondisi ini berlangsung,” tutupnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab, dampak, dan perkiraan berakhirnya gangguan listrik.
“Kita juga banyak ditanyakan, dikeluhkan oleh masyarakat. Kita tidak bisa menjawab secara pasti. Jadi kami berharap PLN bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Kota Palangka Raya, supaya tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujar Fairid, Selasa (30/6/2026).
Dia juga menyebut fluktuasi tegangan listrik turut berdampak pada fasilitas umum, termasuk lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan hingga kerusakan.
“Naik turun voltase ini membuat PJU kami banyak yang jeglek, ada yang mati, ada juga yang reset ulang. Bahkan ada yang rusak,” tambahnya.
Orang nomor satu di Palangka Raya ini berharap PLN tidak hanya menjelaskan penyebab pemadaman, tetapi juga dampak yang ditimbulkan serta perkiraan durasi gangguan tersebut agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi.
“Kalau bisa dijelaskan juga kenapa terjadi, dampaknya apa, dan sampai kapan kemungkinan kondisi ini berlangsung,” tutupnya. (adr)