Tongkat Estafet Dinkes Kalteng, Suyuti Tekankan Lanjutkan Program yang Berhasil

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Peralihan kepemimpinan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan tidak mengubah arah kebijakan yang sudah berjalan optimal.

Pejabat yang baru dilantik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalteng diisi oleh Miko Uria Mapas, yang sebelumnya dipimpin oleh Suyuti Syamsul yang saat ini dipercaya menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)

Suyuti yang ditunjuk memimpin urusan keuangan daerah yang sebelumnya memiliki rekam jejak panjang di sektor medis dan kesehatan meminta agar Kepala Dinkes yang baru fokus mempertahankan pencapaian yang ada.

“Dinkes itu sebetulnya ya tinggal melanjutkan apa yang menjadi kebijakan,” ujarnya Suyuti dalam keterangan nya, usai pelantikan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pernikahan Dini Hambat Kualitas SDM, Butuh Edukasi Mendalam

Ia menekankan bahwa keberhasilan di sektor kesehatan berbeda dengan infrastruktur fisik, karena tolak ukurnya berada pada angka kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Pencapaian di Dinkes itu memang tidak kelihatan wujudnya dalam bentuk bangunan. Tapi ukurannya Dinkes, bahwa orang sejahtera itu dilihat dari indeks kesehatan masyarakat yang ‘output’-nya adalah usia harapan hidup,” terangnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan lonjakan signifikan pada indikator Usia Harapan Hidup (UHH) di wilayah Kalteng yang diraih dalam beberapa tahun terakhir.

Electronic money exchangers listing

“Usia harapan hidup di Kalteng itu selama saya bertambah empat tahun. Tidak mudah menaikkan empat tahun, dari 69 menjadi 73, hampir 74,” tegasnya.

Peningkatan UHH tersebut, menurutnya, berbanding lurus dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMA/SMK Kalteng Ikuti Pembinaan PKS di SPN Polda

“Variabel dari usia harapan hidup itu satu, angka kematian ibu jauh di bawah nasional. Lebih bagus kita daripada nasional. Angka kematian bayi juga di bawah nasional. Jadi dari angka-angka itu sebetulnya Dinas Kesehatan sudah berada ’on the track’,” tambahnya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Peralihan kepemimpinan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan tidak mengubah arah kebijakan yang sudah berjalan optimal.

Pejabat yang baru dilantik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalteng diisi oleh Miko Uria Mapas, yang sebelumnya dipimpin oleh Suyuti Syamsul yang saat ini dipercaya menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)

Suyuti yang ditunjuk memimpin urusan keuangan daerah yang sebelumnya memiliki rekam jejak panjang di sektor medis dan kesehatan meminta agar Kepala Dinkes yang baru fokus mempertahankan pencapaian yang ada.

Electronic money exchangers listing

“Dinkes itu sebetulnya ya tinggal melanjutkan apa yang menjadi kebijakan,” ujarnya Suyuti dalam keterangan nya, usai pelantikan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pernikahan Dini Hambat Kualitas SDM, Butuh Edukasi Mendalam

Ia menekankan bahwa keberhasilan di sektor kesehatan berbeda dengan infrastruktur fisik, karena tolak ukurnya berada pada angka kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Pencapaian di Dinkes itu memang tidak kelihatan wujudnya dalam bentuk bangunan. Tapi ukurannya Dinkes, bahwa orang sejahtera itu dilihat dari indeks kesehatan masyarakat yang ‘output’-nya adalah usia harapan hidup,” terangnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan lonjakan signifikan pada indikator Usia Harapan Hidup (UHH) di wilayah Kalteng yang diraih dalam beberapa tahun terakhir.

“Usia harapan hidup di Kalteng itu selama saya bertambah empat tahun. Tidak mudah menaikkan empat tahun, dari 69 menjadi 73, hampir 74,” tegasnya.

Peningkatan UHH tersebut, menurutnya, berbanding lurus dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMA/SMK Kalteng Ikuti Pembinaan PKS di SPN Polda

“Variabel dari usia harapan hidup itu satu, angka kematian ibu jauh di bawah nasional. Lebih bagus kita daripada nasional. Angka kematian bayi juga di bawah nasional. Jadi dari angka-angka itu sebetulnya Dinas Kesehatan sudah berada ’on the track’,” tambahnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru