Persebaya Surabaya Siapkan 3 Pertandingan Uji Coba Selama Masa Pramusim

Persebaya Surabaya menyiapkan tiga pertandingan uji coba selama masa pramusim, termasuk menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 19 Juli 2026. Itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/2027.

Selain mematangkan strategi tim, pelatih Persebaya Bernardo Tavares juga memanfaatkan periode ini untuk memperkuat fondasi skuad dengan mempertahankan identitas klub melalui pemain-pemain lokal Surabaya.

Mengapa Persebaya Surabaya Menyiapkan Tiga Laga Uji Coba?

Persebaya Surabaya menjadwalkan tiga laga uji coba untuk mengukur kesiapan tim sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada September. Salah satu pertandingan sudah dipastikan menghadapi PSIS Semarang di Gelora Bung Tomo pada 19 Juli 2026. Dua pertandingan lainnya masih belum ditentukan.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima JawaPos.com, salah satu calon lawan berasal dari luar negeri, dengan opsi klub dari Thailand atau Vietnam yang sedang dipertimbangkan manajemen.

Rangkaian laga uji coba itu menjadi bagian penting dari program Bernardo Tavares untuk membangun chemistry tim. Apalagi Persebaya Surabaya melakukan sejumlah penyesuaian komposisi pemain menjelang musim baru.

Selain menguji taktik dan strategi, pertandingan pramusim juga menjadi sarana evaluasi kondisi fisik pemain. Dengan tiga laga yang direncanakan, tim pelatih memiliki kesempatan lebih luas untuk menilai kesiapan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.

Electronic money exchangers listing

Bernardo Tavares Fokus Bangun Tim Kompetitif dan Beridentitas

Di tengah persiapan menuju musim 2026/2027 dan mendekati usia 100 tahun klub, Persebaya Surabaya tidak hanya berorientasi pada prestasi di lapangan. Klub juga berusaha menjaga identitas serta kebanggaan Kota Surabaya melalui komposisi pemain yang memahami sejarah dan nilai-nilai tim.

Baca Juga :  Asisten Pelatih Barito Putera Masih Harus Berada di Ruang Isolasi

Karena itu, Bernardo Tavares memberi perhatian khusus kepada pemain-pemain lokal yang memiliki kedekatan emosional dengan klub. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, pemain yang memahami makna lambang Persebaya Surabaya akan memberikan nilai tambah bagi tim.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Dicky Kurniawan. Produk asli Akademi Persebaya itu kembali mendapat kesempatan setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir.

“Kami melihat potensi besar dalam dirinya. Tugas kami sekarang adalah membantu proses perkembangannya agar bisa menjadi pemain yang lebih matang dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim,” tutur Bernardo Tavares.

Pemain berusia 24 tahun tersebut dinilai memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu bermain di beberapa posisi. Kemampuan itu menjadi aset penting dalam kompetisi panjang seperti Super League yang menuntut kedalaman skuad.

Dicky Kurniawan Jadi Simbol Regenerasi Pemain Lokal

Bernardo Tavares menegaskan pentingnya keberadaan pemain-pemain asal Surabaya dalam skuad Persebaya Surabaya. Menurut dia, mereka memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap budaya dan karakter klub.

“Penting bagi Persebaya untuk memiliki pemain-pemain asal Surabaya yang memahami identitas, budaya, dan nilai-nilai klub. Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan,” sambung Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah pembangunan tim yang tidak hanya mengejar hasil jangka pendek. Persebaya Surabaya juga ingin memastikan proses regenerasi berjalan seiring dengan upaya mempertahankan identitas klub.

Dengan usia klub yang akan memasuki satu abad, keberadaan pemain binaan sendiri menjadi simbol kesinambungan sejarah. Faktor itu menjadi salah satu aspek yang terus dijaga oleh tim pelatih dan manajemen.

Baca Juga :  Ramadhan Sananta Resmi Diperkenalkan, Jadi Mesin Gol Baru Persebaya Surabaya

Ricky Pratama Kembali Dapat Kesempatan Membuktikan Diri

Selain Dicky Kurniawan, nama Ricky Pratama juga kembali mendapat kepercayaan dari Bernardo Tavares. Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya sehingga sang pelatih memahami kualitas yang dimiliki pemain asal Surabaya tersebut.

“Ricky juga merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Tavares.

Musim lalu tidak berjalan mudah bagi Ricky karena sejumlah kendala membuat menit bermainnya cukup terbatas. Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu masih melihat potensi besar yang bisa dikembangkan.

“Musim lalu memang tidak berjalan mudah baginya karena beberapa kendala yang membuat menit bermainnya terbatas. Namun saya percaya dia masih memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” kata Bernardo Tavares.

Tavares menegaskan kesempatan yang diberikan harus dijawab dengan kerja keras. Persaingan dalam skuad akan semakin ketat sehingga setiap pemain dituntut menunjukkan kualitas terbaiknya selama masa pramusim.

“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” ucap Bernardo Tavares.

Tiga laga uji coba yang telah disiapkan akan menjadi panggung awal bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Di saat yang sama, Bernardo Tavares berharap proses pembentukan tim yang kompetitif dan tetap berakar pada identitas Surabaya dapat berjalan maksimal sebelum Super League 2026/2027 dimulai.(jpc)

Persebaya Surabaya menyiapkan tiga pertandingan uji coba selama masa pramusim, termasuk menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 19 Juli 2026. Itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/2027.

Selain mematangkan strategi tim, pelatih Persebaya Bernardo Tavares juga memanfaatkan periode ini untuk memperkuat fondasi skuad dengan mempertahankan identitas klub melalui pemain-pemain lokal Surabaya.

Mengapa Persebaya Surabaya Menyiapkan Tiga Laga Uji Coba?

Electronic money exchangers listing

Persebaya Surabaya menjadwalkan tiga laga uji coba untuk mengukur kesiapan tim sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada September. Salah satu pertandingan sudah dipastikan menghadapi PSIS Semarang di Gelora Bung Tomo pada 19 Juli 2026. Dua pertandingan lainnya masih belum ditentukan.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima JawaPos.com, salah satu calon lawan berasal dari luar negeri, dengan opsi klub dari Thailand atau Vietnam yang sedang dipertimbangkan manajemen.

Rangkaian laga uji coba itu menjadi bagian penting dari program Bernardo Tavares untuk membangun chemistry tim. Apalagi Persebaya Surabaya melakukan sejumlah penyesuaian komposisi pemain menjelang musim baru.

Selain menguji taktik dan strategi, pertandingan pramusim juga menjadi sarana evaluasi kondisi fisik pemain. Dengan tiga laga yang direncanakan, tim pelatih memiliki kesempatan lebih luas untuk menilai kesiapan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.

Bernardo Tavares Fokus Bangun Tim Kompetitif dan Beridentitas

Di tengah persiapan menuju musim 2026/2027 dan mendekati usia 100 tahun klub, Persebaya Surabaya tidak hanya berorientasi pada prestasi di lapangan. Klub juga berusaha menjaga identitas serta kebanggaan Kota Surabaya melalui komposisi pemain yang memahami sejarah dan nilai-nilai tim.

Baca Juga :  Asisten Pelatih Barito Putera Masih Harus Berada di Ruang Isolasi

Karena itu, Bernardo Tavares memberi perhatian khusus kepada pemain-pemain lokal yang memiliki kedekatan emosional dengan klub. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, pemain yang memahami makna lambang Persebaya Surabaya akan memberikan nilai tambah bagi tim.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Dicky Kurniawan. Produk asli Akademi Persebaya itu kembali mendapat kesempatan setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir.

“Kami melihat potensi besar dalam dirinya. Tugas kami sekarang adalah membantu proses perkembangannya agar bisa menjadi pemain yang lebih matang dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim,” tutur Bernardo Tavares.

Pemain berusia 24 tahun tersebut dinilai memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu bermain di beberapa posisi. Kemampuan itu menjadi aset penting dalam kompetisi panjang seperti Super League yang menuntut kedalaman skuad.

Dicky Kurniawan Jadi Simbol Regenerasi Pemain Lokal

Bernardo Tavares menegaskan pentingnya keberadaan pemain-pemain asal Surabaya dalam skuad Persebaya Surabaya. Menurut dia, mereka memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap budaya dan karakter klub.

“Penting bagi Persebaya untuk memiliki pemain-pemain asal Surabaya yang memahami identitas, budaya, dan nilai-nilai klub. Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan,” sambung Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah pembangunan tim yang tidak hanya mengejar hasil jangka pendek. Persebaya Surabaya juga ingin memastikan proses regenerasi berjalan seiring dengan upaya mempertahankan identitas klub.

Dengan usia klub yang akan memasuki satu abad, keberadaan pemain binaan sendiri menjadi simbol kesinambungan sejarah. Faktor itu menjadi salah satu aspek yang terus dijaga oleh tim pelatih dan manajemen.

Baca Juga :  Ramadhan Sananta Resmi Diperkenalkan, Jadi Mesin Gol Baru Persebaya Surabaya

Ricky Pratama Kembali Dapat Kesempatan Membuktikan Diri

Selain Dicky Kurniawan, nama Ricky Pratama juga kembali mendapat kepercayaan dari Bernardo Tavares. Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya sehingga sang pelatih memahami kualitas yang dimiliki pemain asal Surabaya tersebut.

“Ricky juga merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Tavares.

Musim lalu tidak berjalan mudah bagi Ricky karena sejumlah kendala membuat menit bermainnya cukup terbatas. Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu masih melihat potensi besar yang bisa dikembangkan.

“Musim lalu memang tidak berjalan mudah baginya karena beberapa kendala yang membuat menit bermainnya terbatas. Namun saya percaya dia masih memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” kata Bernardo Tavares.

Tavares menegaskan kesempatan yang diberikan harus dijawab dengan kerja keras. Persaingan dalam skuad akan semakin ketat sehingga setiap pemain dituntut menunjukkan kualitas terbaiknya selama masa pramusim.

“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” ucap Bernardo Tavares.

Tiga laga uji coba yang telah disiapkan akan menjadi panggung awal bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Di saat yang sama, Bernardo Tavares berharap proses pembentukan tim yang kompetitif dan tetap berakar pada identitas Surabaya dapat berjalan maksimal sebelum Super League 2026/2027 dimulai.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru