Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Momentum Memperbaiki Kualitas Diri dan Keimanan

PROKALTENG.CO– Tahun baru Islam 1 Muharram 1448 hijriah, bukan sekedar pergantian kalender atau  rutinitas tahunan. “Ini adalah sebagai meomentum memperbaiki kualitas diri dan keimanan,” kata Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, H. Sapto Suabgio, Selasa (16/6/2026)

Dikatakan Sapto. Pergantian tahun sejatinya adalah momen biasa.Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu menjadi pribadi yang lebih baik,  tanpa harus menunggu momen tertentu.

Juga momentum  emas bagi para pejabat, untuk melalukan instrospeksi  diri (muhasabah), dan mengevaluasi sejauh mana amanah jabatan telah dilaksanakan secara adil, transparan, serta beorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat. sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab publik, bukan sekedar kekuasaan .

Baca Juga :  Alquran Membawa Ketenangan, Kedamaian dan Kebahagian Manusia

Memaknai persistiwa hijrah sebagai evaluasi moral urai Sapto. Pejabat meninjau kembali apakah kebijakan dan program kerja dijalanakan selama ini telah adil. transfaran, dan benar-benar memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

“Pergantaian tahun harus menjadi titik tolak untuk membersihkan birokrasi dari praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pejabat harus memimpin dengan moralitas dan etika tinggi,” tandasnya.

Selanjutnya dikatakan Sapto. Mengingat waktu terus berjalan, pergantian tahun hijriah menjadi titik balik untuk merenungkan kesalahan masa lalu, dan memperbaharui  menjadi pribadi yang lebih baik serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tahun baru kata Sapto. Sejatinya bukan menambah umur. Tetapi pengurangan jatah hidup. Oleh karena itu, orang yang cerdas akan menjadikan momentum ini sebagai musahabah.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kanwil Kemenkum Kalteng Ikuti Penyerahan LHP BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2024

“Hidup hanya sekali. Maka harus berarti . Menjabat hanya sebentar , maka harus meninggalkan warisan kebaikan untuk dunia dan akhirat. Waktu tidak hanya berjalan,tetapi juga menguji kesetiaan kita kepada Allah. Gunakan waktu ini untuk menjadi mukmin sejati . Gunakan waktu dengan iman dan amal,” ujar Sapto.

“Jadikan momen tahun baru sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat ukhuwah. Peluang untuk menunjukan bahwa Islam adalah agama yang dinamis dan berkemajauan,” ucap Sapto.(ind)

 

 

PROKALTENG.CO– Tahun baru Islam 1 Muharram 1448 hijriah, bukan sekedar pergantian kalender atau  rutinitas tahunan. “Ini adalah sebagai meomentum memperbaiki kualitas diri dan keimanan,” kata Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, H. Sapto Suabgio, Selasa (16/6/2026)

Dikatakan Sapto. Pergantian tahun sejatinya adalah momen biasa.Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu menjadi pribadi yang lebih baik,  tanpa harus menunggu momen tertentu.

Juga momentum  emas bagi para pejabat, untuk melalukan instrospeksi  diri (muhasabah), dan mengevaluasi sejauh mana amanah jabatan telah dilaksanakan secara adil, transparan, serta beorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat. sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab publik, bukan sekedar kekuasaan .

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Alquran Membawa Ketenangan, Kedamaian dan Kebahagian Manusia

Memaknai persistiwa hijrah sebagai evaluasi moral urai Sapto. Pejabat meninjau kembali apakah kebijakan dan program kerja dijalanakan selama ini telah adil. transfaran, dan benar-benar memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

“Pergantaian tahun harus menjadi titik tolak untuk membersihkan birokrasi dari praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pejabat harus memimpin dengan moralitas dan etika tinggi,” tandasnya.

Selanjutnya dikatakan Sapto. Mengingat waktu terus berjalan, pergantian tahun hijriah menjadi titik balik untuk merenungkan kesalahan masa lalu, dan memperbaharui  menjadi pribadi yang lebih baik serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tahun baru kata Sapto. Sejatinya bukan menambah umur. Tetapi pengurangan jatah hidup. Oleh karena itu, orang yang cerdas akan menjadikan momentum ini sebagai musahabah.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkum Kalteng Ikuti Penyerahan LHP BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2024

“Hidup hanya sekali. Maka harus berarti . Menjabat hanya sebentar , maka harus meninggalkan warisan kebaikan untuk dunia dan akhirat. Waktu tidak hanya berjalan,tetapi juga menguji kesetiaan kita kepada Allah. Gunakan waktu ini untuk menjadi mukmin sejati . Gunakan waktu dengan iman dan amal,” ujar Sapto.

“Jadikan momen tahun baru sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat ukhuwah. Peluang untuk menunjukan bahwa Islam adalah agama yang dinamis dan berkemajauan,” ucap Sapto.(ind)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru