NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau. Menegaskan pentingnya penguatan kerja sama lintas sektor demi mempertahankan capaian penurunan angka kemiskinan sekaligus mempercepat penanganan stunting di daerah.
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamandau, Joni Elen. Menyatakan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang.
“Stunting atau gagal tumbuh masih menjadi persoalan serius sekaligus ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, termasuk di Kabupaten Lamandau. Karena itu, penurunan stunting menjadi program prioritas daerah,” ujar Joni Elen kepada wartawan, Senin (15/6).
Di sisi lain, Joni Elen memaparkan capaian positif pembangunan daerah. Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau tercatat sebesar 3,33 persen, yang menempatkannya sebagai yang terendah di Provinsi Kalimantan Tengah. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut sudah ditekan hingga menyisakan 0,03 persen.
Meski menorehkan prestasi yang impresif. Plh Sekda menekankan agar seluruh jajaran pemerintah daerah tidak lengah dan berpuas diri.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik, bukan untuk berpuas diri,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menyoroti bahwa penanganan kemiskinan tidak melulu soal aspek ekonomi semata. Isu ini berkaitan erat dengan pemenuhan akses terhadap layanan dasar serta pengurangan ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
Melalui momentum ini, Pemkab Lamandau berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat integrasi program. Hubungan yang sinergis antar-sektor, diharapkan mampu membuat penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan. (bib)


