Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga dan Menekan Angka Stunting Melalui Sosialisasi B2SA dan Paman Kasih

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sekaligus menekan angka stunting. Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Sosialisasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dan Pengawasan Keamanan Pangan (Paman Kasih).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bukit Indah E3, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (8/6/2026). Ini menyasar anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan masyarakat setempat. Sebagai garda terdepan pemenuhan gizi keluarga. Tak kurang dari 65 peserta hadir dengan antusias dalam forum edukasi tersebut.

Hadir langsung sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dr. Aprimeno Sabdey, ST MSi MT D.Min, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kader PKK, dalam membangun kesadaran konsumsi pangan yang berkualitas.

“TP PKK memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan. Lewat tangan ibu-ibu di rumah, kita bisa memastikan bahwa apa yang tersaji di meja makan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi standar gizi yang lengkap dan aman dari zat berbahaya,” ujar Dr. Aprimeno dalam penyampaiannya.

Baca Juga :  Lamandau Berencana Bangun Sport Center di Setiap Kecamatan, Dimulai dari Bulik Timur

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Cristina, S.Pd., M.AP, yang juga bertindak sebagai narasumber. Mengupas tuntas teknis penerapan program Paman Kasih. Ia membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi bahaya cemaran biologis, kimia, dan fisik pada makanan.

“Masyarakat harus jeli memilih, mengolah, dan menyajikan makanan. Pastikan produk pangan yang dibeli memiliki izin edar, label yang jelas, dan bebas dari bahan tambahan pangan yang dilarang demi menjaga sanitasi serta kesehatan keluarga,” jelas Cristina.

Kabar baik turut menyertai kegiatan ini. Pada tahun anggaran berjalan, TP PKK Desa Bukit Indah berhasil memperoleh dana Bantuan Pemerintah untuk program Rumah Pangan B2SA sebesar Rp 30.000.000,- yang bersumber dari Dana APBN melalui Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemkab Lamandau Tetapkan UMK 2026 Rp3,9 Juta, Bupati Ingatkan Dampak ke UMKM

“Dana stimulan tersebut dipastikan akan langsung dialokasikan untuk mendukung tiga program utama di desa, yaitu Sosialisasi B2SA sebanyak 2 kali, yang akan difokuskan bagi anggota masyarakat umum dan kelompok pelajar,” lanjut Apremino.

Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan pangan lokal, guna meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi pangan di sekitar mereka.

“Bantuan alat dan bahan pengolahan pangan lokal, untuk menunjang produktivitas dan keberlanjutan program di lapangan,” jelasnya.

Melalui integrasi sosialisasi dan bantuan stimulan ini, Dinas Ketahanan Pangan berharap pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi, murah, dan mudah didapat dapat menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Bulik. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sekaligus menekan angka stunting. Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Sosialisasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dan Pengawasan Keamanan Pangan (Paman Kasih).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bukit Indah E3, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (8/6/2026). Ini menyasar anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan masyarakat setempat. Sebagai garda terdepan pemenuhan gizi keluarga. Tak kurang dari 65 peserta hadir dengan antusias dalam forum edukasi tersebut.

Hadir langsung sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dr. Aprimeno Sabdey, ST MSi MT D.Min, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kader PKK, dalam membangun kesadaran konsumsi pangan yang berkualitas.

Electronic money exchangers listing

“TP PKK memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan. Lewat tangan ibu-ibu di rumah, kita bisa memastikan bahwa apa yang tersaji di meja makan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi standar gizi yang lengkap dan aman dari zat berbahaya,” ujar Dr. Aprimeno dalam penyampaiannya.

Baca Juga :  Lamandau Berencana Bangun Sport Center di Setiap Kecamatan, Dimulai dari Bulik Timur

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Cristina, S.Pd., M.AP, yang juga bertindak sebagai narasumber. Mengupas tuntas teknis penerapan program Paman Kasih. Ia membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi bahaya cemaran biologis, kimia, dan fisik pada makanan.

“Masyarakat harus jeli memilih, mengolah, dan menyajikan makanan. Pastikan produk pangan yang dibeli memiliki izin edar, label yang jelas, dan bebas dari bahan tambahan pangan yang dilarang demi menjaga sanitasi serta kesehatan keluarga,” jelas Cristina.

Kabar baik turut menyertai kegiatan ini. Pada tahun anggaran berjalan, TP PKK Desa Bukit Indah berhasil memperoleh dana Bantuan Pemerintah untuk program Rumah Pangan B2SA sebesar Rp 30.000.000,- yang bersumber dari Dana APBN melalui Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Tetapkan UMK 2026 Rp3,9 Juta, Bupati Ingatkan Dampak ke UMKM

“Dana stimulan tersebut dipastikan akan langsung dialokasikan untuk mendukung tiga program utama di desa, yaitu Sosialisasi B2SA sebanyak 2 kali, yang akan difokuskan bagi anggota masyarakat umum dan kelompok pelajar,” lanjut Apremino.

Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan pangan lokal, guna meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi pangan di sekitar mereka.

“Bantuan alat dan bahan pengolahan pangan lokal, untuk menunjang produktivitas dan keberlanjutan program di lapangan,” jelasnya.

Melalui integrasi sosialisasi dan bantuan stimulan ini, Dinas Ketahanan Pangan berharap pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi, murah, dan mudah didapat dapat menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Bulik. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru