Kalteng Siapkan Brigade Pangan D1, Atasi Krisis Petani di Tengah Ekspansi Lahan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan program Brigade Pangan berbasis vokasi D1 untuk mengatasi krisis petani di tengah masifnya ekspansi lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan program ini digagas untuk menjawab kekurangan petani di tengah masifnya pembukaan lahan pertanian.

“Sekarang kita kekurangan petani. Brigade Pangan memang sudah terbentuk sekitar 258, tetapi dengan luas lahan yang dibuka, itu masih belum cukup,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, program vokasi D1 yang dijalankan bersama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) akan menjadi basis pencetak petani milenial. Program tersebut dirancang dengan porsi praktik lebih dominan dibanding teori.

Baca Juga :  Food Estate Diharapkan Didukung Program Hulu Hingga Hilir

Peserta akan menjalani pendidikan selama satu tahun dengan komposisi 80 persen praktik di lapangan dan 20 persen teori.

“Ini memang disiapkan sebagai cikal bakal petani muda. Harapannya anak-anak muda mau turun langsung ke sektor pertanian,” katanya.

Untuk lokasi praktik, peserta akan ditempatkan di kawasan cetak sawah, khususnya di wilayah yang dekat dan memiliki aktivitas pertanian aktif seperti di Kabupaten Pulang Pisau.

Electronic money exchangers listing

Langkah ini dinilai sebagai perubahan pendekatan pemerintah yang tidak lagi hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga pada kesiapan tenaga kerja di sektor pertanian.

Selama ini, program ketahanan pangan lebih banyak bertumpu pada perluasan areal tanam. Namun, keterbatasan petani di lapangan menjadi tantangan baru yang mulai diantisipasi.

Baca Juga :  MUI Inginkan Hibah Bangunan Sekretariat

Dengan hadirnya program vokasi ini, pemerintah berharap mampu menciptakan generasi petani baru yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

“Kalau SDM-nya tidak disiapkan, lahan yang luas juga tidak akan maksimal. Jadi ini memang harus berjalan beriringan,” tegasnya. (*rif/ans/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan program Brigade Pangan berbasis vokasi D1 untuk mengatasi krisis petani di tengah masifnya ekspansi lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan program ini digagas untuk menjawab kekurangan petani di tengah masifnya pembukaan lahan pertanian.

“Sekarang kita kekurangan petani. Brigade Pangan memang sudah terbentuk sekitar 258, tetapi dengan luas lahan yang dibuka, itu masih belum cukup,” ujarnya, baru-baru ini.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, program vokasi D1 yang dijalankan bersama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) akan menjadi basis pencetak petani milenial. Program tersebut dirancang dengan porsi praktik lebih dominan dibanding teori.

Baca Juga :  Food Estate Diharapkan Didukung Program Hulu Hingga Hilir

Peserta akan menjalani pendidikan selama satu tahun dengan komposisi 80 persen praktik di lapangan dan 20 persen teori.

“Ini memang disiapkan sebagai cikal bakal petani muda. Harapannya anak-anak muda mau turun langsung ke sektor pertanian,” katanya.

Untuk lokasi praktik, peserta akan ditempatkan di kawasan cetak sawah, khususnya di wilayah yang dekat dan memiliki aktivitas pertanian aktif seperti di Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan pendekatan pemerintah yang tidak lagi hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga pada kesiapan tenaga kerja di sektor pertanian.

Selama ini, program ketahanan pangan lebih banyak bertumpu pada perluasan areal tanam. Namun, keterbatasan petani di lapangan menjadi tantangan baru yang mulai diantisipasi.

Baca Juga :  MUI Inginkan Hibah Bangunan Sekretariat

Dengan hadirnya program vokasi ini, pemerintah berharap mampu menciptakan generasi petani baru yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

“Kalau SDM-nya tidak disiapkan, lahan yang luas juga tidak akan maksimal. Jadi ini memang harus berjalan beriringan,” tegasnya. (*rif/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru