Masa Depan Anak Adalah Cerminan Dari Pendidikan

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, menegaskan bahwa tata krama, adab, sopan santun, etika, dan akhlak merupakan modal dasar yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Menurut legislator daerah tersebut, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Sinergi yang kuat antara orang tua, wali murid, dan guru menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Di rumah, orang tua tidak hanya bekerja mencari nafkah dan mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki peran utama dalam memberikan arahan, nasihat, dan perhatian kepada anak. Sementara di sekolah, guru berperan sebagai orang tua kedua yang melanjutkan pembinaan tersebut,” ujar Tuti Marheni, Rabu (29/4).

Baca Juga :  Legislator Dorong Pemuda jadi Pelopor Kemajuan

Ia menegaskan bahwa pola saling menyalahkan antara pihak keluarga dan sekolah justru akan berdampak negatif bagi perkembangan anak.

Menurutnya, setiap permasalahan yang berkaitan dengan perilaku maupun prestasi anak harus diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.

“Anak adalah cerminan dari didikan kita bersama. Jika di rumah diajarkan sikap hormat, kemudian di sekolah diperkuat dengan disiplin dan adab, maka akan lahir generasi Murung Raya yang cerdas sekaligus berkarakter,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tuti Marheni berharap sinergi antara orang tua dan guru dapat terus diperkuat melalui komunikasi rutin, peran aktif komite sekolah, serta keteladanan nyata dari kedua belah pihak.

Electronic money exchangers listing

“Pendidikan bukan semata-mata soal nilai rapor, tetapi tentang membentuk manusia seutuhnya. Dan itu dimulai dari tata krama,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jangan Ajarkan Anak Puasa Setengah Hari

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk bersama-sama menjaga ekosistem pendidikan yang humanis, religius, dan berkarakter. (pan)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, menegaskan bahwa tata krama, adab, sopan santun, etika, dan akhlak merupakan modal dasar yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Menurut legislator daerah tersebut, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Sinergi yang kuat antara orang tua, wali murid, dan guru menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Di rumah, orang tua tidak hanya bekerja mencari nafkah dan mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki peran utama dalam memberikan arahan, nasihat, dan perhatian kepada anak. Sementara di sekolah, guru berperan sebagai orang tua kedua yang melanjutkan pembinaan tersebut,” ujar Tuti Marheni, Rabu (29/4).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Legislator Dorong Pemuda jadi Pelopor Kemajuan

Ia menegaskan bahwa pola saling menyalahkan antara pihak keluarga dan sekolah justru akan berdampak negatif bagi perkembangan anak.

Menurutnya, setiap permasalahan yang berkaitan dengan perilaku maupun prestasi anak harus diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.

“Anak adalah cerminan dari didikan kita bersama. Jika di rumah diajarkan sikap hormat, kemudian di sekolah diperkuat dengan disiplin dan adab, maka akan lahir generasi Murung Raya yang cerdas sekaligus berkarakter,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tuti Marheni berharap sinergi antara orang tua dan guru dapat terus diperkuat melalui komunikasi rutin, peran aktif komite sekolah, serta keteladanan nyata dari kedua belah pihak.

“Pendidikan bukan semata-mata soal nilai rapor, tetapi tentang membentuk manusia seutuhnya. Dan itu dimulai dari tata krama,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jangan Ajarkan Anak Puasa Setengah Hari

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk bersama-sama menjaga ekosistem pendidikan yang humanis, religius, dan berkarakter. (pan)

Terpopuler

Artikel Terbaru