PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Maraknya informasi viral di media sosial yang belum tentu benar jadi sorotan DPRD Kota Palangka Raya. Wakil Ketua II DPRD, Nenie Adriati Lambung, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak asal menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Nenie, derasnya arus informasi di era digital harus dibarengi kemampuan memilah konten. Jika tidak, hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya bisa cepat menyebar dan memicu dampak negatif di tengah masyarakat.
“Setiap informasi yang kita terima sebaiknya dicek dulu kebenarannya. Jangan sampai ikut menyebarkan hal yang justru merugikan banyak pihak,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, informasi tanpa sumber jelas kerap memicu kesalahpahaman hingga keresahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu provokatif yang belum didukung fakta.
Nenie juga menekankan pentingnya mencari rujukan dari sumber terpercaya dan membandingkan informasi dari beberapa pihak sebelum menarik kesimpulan.
“Langkah sederhana seperti cek ulang informasi bisa mencegah penyebaran kabar yang tidak benar,” tambahnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial terus meningkat, sehingga ruang digital bisa dimanfaatkan secara positif, bukan jadi ladang penyebaran informasi menyesatkan.
“Kalau masyarakat makin cermat, potensi konflik akibat informasi keliru juga bisa ditekan,” pungkasnya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Maraknya informasi viral di media sosial yang belum tentu benar jadi sorotan DPRD Kota Palangka Raya. Wakil Ketua II DPRD, Nenie Adriati Lambung, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak asal menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Nenie, derasnya arus informasi di era digital harus dibarengi kemampuan memilah konten. Jika tidak, hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya bisa cepat menyebar dan memicu dampak negatif di tengah masyarakat.
“Setiap informasi yang kita terima sebaiknya dicek dulu kebenarannya. Jangan sampai ikut menyebarkan hal yang justru merugikan banyak pihak,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, informasi tanpa sumber jelas kerap memicu kesalahpahaman hingga keresahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu provokatif yang belum didukung fakta.
Nenie juga menekankan pentingnya mencari rujukan dari sumber terpercaya dan membandingkan informasi dari beberapa pihak sebelum menarik kesimpulan.
“Langkah sederhana seperti cek ulang informasi bisa mencegah penyebaran kabar yang tidak benar,” tambahnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial terus meningkat, sehingga ruang digital bisa dimanfaatkan secara positif, bukan jadi ladang penyebaran informasi menyesatkan.
“Kalau masyarakat makin cermat, potensi konflik akibat informasi keliru juga bisa ditekan,” pungkasnya. (jef)