Doyan Terong Bisa Jadi Bumerang Ini Risiko Kesehatan yang Jarang Disadari

PROKALTENG.CO – Terong dikenal sebagai sayuran kaya nutrisi yang sering diolah jadi sayur lodeh, tumis, hingga lalapan. Namun di balik manfaat terong untuk kesehatan, konsumsi berlebihan justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga risiko penyakit tertentu.

Banyak orang belum menyadari, efek samping makan terong berlebihan bisa berdampak pada ginjal dan keseimbangan zat dalam tubuh. Kandungan alami dalam terong seperti oksalat, solanin, dan nasunin perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

  1. Oksalat dan batu ginjal
    Terong mengandung oksalat yang dipercaya dapat memicu pembentukan batu ginjal. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini bisa berkembang menjadi cedera ginjal akut hingga gagal ginjal.
  2. Keracunan solanin
    Sebagai bagian dari keluarga nightshade, terong mengandung alkaloid seperti solanin yang berpotensi menjadi racun. Gejalanya bisa berupa sensasi terbakar di tenggorokan, mual, muntah, hingga gangguan irama jantung.
  3. Mengganggu penyerapan zat besi
    Kandungan nasunin dan fitokimia dalam terong dapat mengikat zat besi dan mengeluarkannya dari sel. Proses ini dikenal sebagai khelasi besi.
Baca Juga :  Facial Vampir Bisa Bikin Awet Muda?

Efek tersebut memang bermanfaat bagi orang dengan kadar zat besi berlebih. Namun, bagi yang memiliki kadar zat besi rendah, konsumsi terong dalam jumlah tinggi justru tidak disarankan.

Karena itu, meski terong punya banyak manfaat, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. (jpg)

PROKALTENG.CO – Terong dikenal sebagai sayuran kaya nutrisi yang sering diolah jadi sayur lodeh, tumis, hingga lalapan. Namun di balik manfaat terong untuk kesehatan, konsumsi berlebihan justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga risiko penyakit tertentu.

Banyak orang belum menyadari, efek samping makan terong berlebihan bisa berdampak pada ginjal dan keseimbangan zat dalam tubuh. Kandungan alami dalam terong seperti oksalat, solanin, dan nasunin perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

Electronic money exchangers listing
  1. Oksalat dan batu ginjal
    Terong mengandung oksalat yang dipercaya dapat memicu pembentukan batu ginjal. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini bisa berkembang menjadi cedera ginjal akut hingga gagal ginjal.
  2. Keracunan solanin
    Sebagai bagian dari keluarga nightshade, terong mengandung alkaloid seperti solanin yang berpotensi menjadi racun. Gejalanya bisa berupa sensasi terbakar di tenggorokan, mual, muntah, hingga gangguan irama jantung.
  3. Mengganggu penyerapan zat besi
    Kandungan nasunin dan fitokimia dalam terong dapat mengikat zat besi dan mengeluarkannya dari sel. Proses ini dikenal sebagai khelasi besi.
Baca Juga :  Facial Vampir Bisa Bikin Awet Muda?

Efek tersebut memang bermanfaat bagi orang dengan kadar zat besi berlebih. Namun, bagi yang memiliki kadar zat besi rendah, konsumsi terong dalam jumlah tinggi justru tidak disarankan.

Karena itu, meski terong punya banyak manfaat, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru